Cari Disini

Kontra pemberontakan


  • Sebuah kontra-pemberontakan atau kontra adalah operasi melibatkan tindakan yang diambil oleh pemerintah yang diakui suatu bangsa untuk membendung atau menumpas pemberontakan, misi utama para pemberontak berusaha untuk menghancurkan atau menghapus politik kewenangan otoritas membela dalam suatu populasi mereka dan berusaha untuk mengontrol, dan pasukan anti-pemberontak adalah dengan  melakukan sebaliknya dengan berusaha untuk melindungi otoritas itu dan mengurangi atau menghilangkan kewenangan menggantikan pemberontak pada suatu wilayah.Operasi anti-pemberontakan yang umum biasanya terjadi selama perang , pendudukan dan  pemberontakan bersenjata . Kontra-pemberontakan bersenjata memungkinkan dapat menumpas atau melemahkan dari kekuatan pemberontak , ditambah dengan taktik seperti memecah dan menguasai dirancang untuk mematahkan hubungan antara pemberontakan dan penduduk di mana para pemberontak bergerak. Karena mungkin sulit atau tidak mungkin untuk membedakan antara pemberontak, seorang pendukung pemberontakan yang merupakan pemasok ,operasi kontra-pemberontakan sering terhambat karena kesuliatan menentukan musuh mencari sasaran, relativistik, atau situasional perbedaan antara gerilyawan dan warga sipil. 
    Teorinya kontra pemberontakan tidak hanya mengandalkan militer, namun kombinasi dari, tindakan politik dan sosial militer di bawah kontrol yang kuat dari otoritas tunggal.

    Tujuan perang adalah untuk mendapatkan dukungan dari populasi, bukan menguasai wilayah.
  • Sebagian besar penduduk akan bersikap netral dalam konflik; dukungan massa dapat diperoleh dengan bantuan minoritas ramah aktif.
  • Dukungan dari populasi mungkin akan hilang. Populasi harus dilindungi efisien untuk memungkinkan untuk bekerja sama tanpa takut akan pembalasan oleh pihak lawan.
  • Penegak ketertiban harus dilakukan secara progresif dengan menghapus atau mengusir lawan bersenjata, kemudian mendapatkan dukungan dari populasi, dan akhirnya memperkuat posisi dengan membangun infrastruktur dan pengaturan hubungan jangka panjang dengan penduduk. Hal ini harus dilakukan oleh daerah daerah, menggunakan wilayah ditenangkan sebagai dasar operasi untuk menaklukkan daerah tetangga.
Kemenangan [dalam kontra] bukanlah kehancuran di daerah tertentu dari pasukan pemberontak dan organisasi politiknya. ... Kemenangan adalah bahwa ditambah isolasi permanen dari pemberontak dari populasi, isolasi tidak ditegakkan pada populasi, tetapi dikelola oleh dan dengan penduduk. ... Dalam perang konvensional, kekuatan yang dinilai sesuai dengan kriteria yang nyata militer atau lainnya, seperti jumlah divisi, posisi yang mereka pegang, sumber daya industri, dll perang revolusioner, kekuatan harus dinilai oleh sejauh mana dukungan dari penduduk sebagai diukur dari segi organisasi politik di akar rumput. Counterinsurgent mencapai posisi yang kuat ketika kekuasaan-Nya tertanam dalam organisasi politik yang keluar dari, dan tegas didukung oleh, populasi.
Dengan empat prinsip tersebut dapat melanjutkan dengan menggambarkan strategi militer dan politik umum untuk menempatkan mereka ke dalam operasi di daerah yang berada di bawah kendali pemberontak penuh:
Dalam area Dipilih
1. Berkonsentrasi cukup angkatan bersenjata untuk menghancurkan atau mengusir tubuh utama pemberontak bersenjata.
2. Lepaskan bagi pasukan yang cukup luas untuk menentang comeback pemberontak dalam kekuatan, menginstal pasukan ini di dusun, desa, dan kota-kota di mana penduduk tinggal.
3. Membangun kontak dengan penduduk, mengendalikan gerakan dalam rangka untuk memotong hubungannya dengan gerilyawan.
4. Hancurkan organisasi politik pemberontak lokal.
5. Mengatur, dengan cara pemilu, pemerintah daerah baru sementara.
6. Mencobai mereka berwenang dengan memberi mereka berbagai tugas beton. Pasang softs dan tidak kompeten, memberikan dukungan penuh kepada para pemimpin aktif. Mengatur unit pertahanan diri.
7. Group dan mendidik para pemimpin dalam gerakan politik nasional.
8. Menang atas atau menekan sisa-sisa pemberontak terakhir.
beberapa langkah-langkah ini dapat dilewati di daerah yang hanya sebagian di bawah kendali pemberontak, dan kebanyakan dari mereka tidak diperlukan di daerah-daerah yang sudah dikuasai oleh pemerintah.Dengan demikian esensi dari perang kontra disimpulkan oleh Galula sebagai "Membangun (atau membangun kembali) mesin politik dari populasi 
 
 

Perluas Kerjasama Pertahanan, RI-Korsel Dapat Kembangkan Cyber Warfare

  • Perluas Kerjasama Pertahanan, RI-Korsel Dapat Kembangkan Cyber Warfare
    Jakarta,Melihat potensi yang dimiliki Indonesia dan Korea Selatan, peluang kerjasama pertahanan kedua negara di masa mendatang dapat dikembangkan untuk menjangkau kearah yang lebih luas lagi. Salah satu bidang yang cukup menjanjikan adalah di bidang teknologi komunikasi dan informasi. Ancaman keamanan glabal yang sedang berkembang saat ini adalah cyber-attack, dalam hal ini Indonesia dan Korea Selatan dapat mengembangkan kerjasama di bidang cyber warfare.
    Demikian dikatakan Sekretaris Jenderal Kementerian Pertahanan Republik Indonesia (Sekjen Kemhan RI) Letjen TNI Budiman, Kamis (2/5) saat menjadi pembicara kunci pada seminar “2013 ROK-RI Security & Defence Seminar” di Jakarta.
    Sekjen Kemhan RI lebih lanjut mengatakan, Indonesia dan Korsel telah menjalin kerjasama pertahanan dalam berbagai bidang kegiatan. Dalam beberapa tahun terakhir, komunikasi serta kunjungan antar pejabat tinggi pertahanan dan angkatan bersejata kedua negara meningkat cukup signifikan.
    “Kerjasama pertahanan kedua negara juga terjadi di bidang lainnya antara lain pendidikan, kerjasama logistik, akuisisi dan industri pertahanan. Di bidang pendidikan, kerjasama kedua negara berlangsung antara lain melalui pertukaran peserta didik termasuk instruktur dan infrastruktur pendidikan bahasa”, tambahnya.
    Kegiatan ini, memberikan manfaat bagi kedua negara dalam memperkokoh hubungan pertahanan, karena para alumni tersebut merupakan asset penting yang berperan dalam terselenggaranya People-to-People Links.
    Menurut Sekjen Kemhan RI, bahwa peningkatan hubungan kedua negara tersebut juga tidak terlepas dari aktifitas akuisisi peralatan militer produk Korsel yang dilakukan oleh Kemhan RI. Sejauh ini Indonesia telah melakukan pengadaan Alutsista yang disertai alih teknologi seperti pembuatan Landing Platform Dock (LPD), pembelian pesawat tempur dan latih, kapal selam, kendaraan taktis dan tempur beserta suku cadangnya.
    Pihak Korsel juga melakukan pembelian pesawat CN-235 versi militer, serta pemberian hibah Landing Vehicle-Tracked Personel (LVTP-7A1) kepada Indonesia, termasuk peralatan militer lainnya.
    Diungkapkan Sekjen Kemhan RI, dalam beberapa tahun terakhir kebijakan pertahanan Indonesia khususnya menyangkut modernisasi Alutsista TNI, banyak mengarah kepada Alutsista buatan Korsel. Beberapa faktor yang mendorong kebijakan tersebut, selain karena hubungan kerjasama pertahanan yang erat, juga karena kualitas teknologi industri pertahanan Korsel yang mampu bersaing dengan teknologi negara-negara maju lainnya.
    Dengan kemajuan teknologi industri pertahanan yang dimiliki Korsel, maka tema seminar ”The future of ROK-RI security and defence cooperation”, harus dapat diterjemahkan ke dalam wujud yang konkrit dan memberi efek peningkatan kemampuan bagi kemajuan industri pertahanan di Indonesia.
    Melalui kegiatan akuisisi alat peralatan, diharapkan dapat meningkatkan proporsi Transfer of Teknology (ToT) bagi kemajuan industri pertahanan di Indonesia, dan mengembangkan usaha-usaha bersama menyangkut produksi serta investasi bersama (joint production/joint investment) terutama yang diprioritaskan pada beberapa jenis Alutsista yang banyak digunakan oleh TNI misalnya kendaraan tempur, kapal selam, persawat tempur dan peluru kendali.
    Oleh karena itu, guna meningkatkan prospek keberhasilannya, sasaran dan perencanaan program-program kerja sama tersebut peru dituangkan secara jelas dalam suatu roadmap atau workplan, berikut dengan kemungkinan kedala-kendala yang akan dihadapi sehingga memberikan ruang bagi pertimbangan dan perhitungan yang lebih matang dang realistis.
    Seminar “2013 ROK-RI Security & Defence Seminar” diselenggarakan oleh pemerintah Korsel melalui Kedutaan Besar Korsel di Indonesia dan Korea Institute Defence Analysis (KIDA) dalam rangka memperingati hubungan diplomatik dan persahabatan Indonesia dan Korsel yang telah genap berusia 40 tahun.
    Seminar tersebut dibuka oleh Presiden KIDA Dr. Bang Hyo-bok dihadiri beberapa pejabat tinggi Kemhan, Mabes TNI dan Mabes Angkatan serta sejumlah pejabat pemerintah Korsel. Hadir pula Duta Besar Korsel untuk Indonesia Kim Young-Sun. 
     
    Sumber :                                        DMC
                    http://www.kemhan.go.id/kemhan/?pg=31&id=1072

PROSPEK DAN ARAH PENGEMBANGAN AGRIBISNIS

  • PROSPEK DAN ARAH PENGEMBANGAN AGRIBISNIS:
    Kelapa Sawit

    Pengembangan agribisnis kelapa sawit merupakan salah satu langkah yang diperlukan sebagai kegiatan pembangunan subsektor perkebunan dalam rangka revitalisasi sektor pertanian. Perkembangan pada berbagai subsistem yang sangat pesat pada agribisnis kelapa sawit sejak menjelang akhir tahun 1970-an menjadi bukti pesatnya perkembangan agribisnis kelapa sawit. Dalam dokumen praktis ini digambarkan prospek pengembangan agribisnis saat ini hingga tahun 2010, dan arah pengembangan hingga tahun 2025. Masyarakat luas, khususnya petani, pengusaha, dan pemerintah dapat menggunakan dokumen praktis ini sebagai acuan.
    Perkebunan kelapa sawit saat ini telah berkembang tidak hanya yang diusahakan oleh perusahaan negara, tetapi juga perkebunan rakyat dan swasta. Pada tahun 2003, luas areal perkebunan rakyat mencapai 1.827 ribu ha (34,9%), perkebunan negara seluas 645 ribu ha (12,3%), dan perkebunan besar swasta seluas 2.765 ribu ha (52,8%). Ditinjau dari bentuk pengusahaannya, perkebunan rakyat (PR) memberi andil produksi CPO sebesar 3.645 ribu ton (37,12%), perkebunan besar negara (PBN) sebesar 1.543 ribu ton (15,7 %), dan perkebunan besar swasta (PBS) sebesar 4.627 ribu ton (47,13%). Produksi CPO juga menyebar dengan perbandingan 85,55% Sumatera, 11,45% Kalimantan, 2%, Sulawesi, dan 1% wilayah lainnya. Produksi tersebut dicapai pada tingkat produktivitas perkebunan rakyat sekitar 2,73 ton CPO/ha, perkebunan negara 3,14 ton CPO/ha, dan perkebunan swasta 2,58 ton CPO/ha.
     
    Pengembangan agribisnis kelapa sawit ke depan juga didukung secara handal oleh enam produsen benih dengan kapasitas 124 juta per tahun. Pusat Penelitian Kelapa Sawit (PPKS), PT. Socfin, PT. Lonsum, PT. Dami Mas, PT. Tunggal Yunus, dan PT. Bina Sawit Makmur masing-masing mempunyai kapasitas 35 juta, 25 juta, 15 juta, 12 juta, 12 juta, dan 25 juta. Permasalahan benih palsu diyakini dapat teratasi melalui langkah-langkah sistematis dan strategis yang telah disepakati secara nasional. Impor benih kelapa sawit harus dilakukan secara hati-hati terutama dengan pertimbangan penyebaran penyakit.
    Dalam hal industri pengolahan, industri pengolahan CPO telah berkembang dengan pesat. Saat ini jumlah unit pengolahan di seluruh Indonesia mencapai 320 unit dengan kapasitas olah 13,520 ton TBS per jam. Sedangkan industri pengolahan produk turunannya, kecuali minyak goreng, masih belum berkembang, dan kapasitas terpasang baru sekitar 11 juta ton. Industri oleokimia Indonesia sampai tahun 2000 baru memproduksi olekimia 10,8% dari produksi dunia.
    Secara umum dapat diindikasikan bahwa pengembangan agribisnis kelapa sawit masih mempunyai prospek, ditinjau dari prospek harga, ekspor dan pengembangan produk. Secara internal, pengembangan agribisnis kelapa sawit didukung potensi kesesuaian dan ketersediaan lahan, produktivitas yang masih dapat meningkat dan semakin berkembangnya industri hilir. Dengan prospek dan potensi ini, arah pengembangan agribisnis kelapa sawit adalah pemberdayaan di hulu dan penguatan di hilir.
    Sejalan dengan tujuan pembangunan pertanian, tujuan utama pengembangan agribisnis kelapa sawit adalah 1) menumbuhkembangkan usaha kelapa sawit di pedesaan yang akan memacu aktivitas ekonomi pedesaan, menciptakan lapangan kerja dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat, dan 2) menumbuhkan industri pengolahan CPO dan produk turunannya serta industri penunjang (pupuk, obata-obatan dan alsin) dalam meningkatkan daya saing dan nilai tambah CPO dan produk turunannya. Sedangkan sasaran utamanya adalah 1) peningkatan produktivitas menjadi 15 ton TBS/ha/tahun, 2) pendapatan petani antara US$ 1,500 – 2,000/KK/tahun, dan 3) produksi mencapai 15,3 juta ton CPO dengan alokasi domestik 6 juta ton.
    Arah kebijakan jangka panjang adalah pengembangan sistem dan usaha agribisnis kelapa sawit yang berdaya saing, berkerakyatan, berkelanjutan dan terdesentralisasi. Dalam jangka menengah kebijakan pengembangan agribisnis kelapa sawit meliputi peningkatan produktivitas dan mutu, pengembangan industri hilir dan peningkatan nilai tambah, serta penyediaan dukungan dana pengembangan.
    Strategi pengembangan agribisnis kelapa sawit diantaranya adalah integrasi vertikal dan horisontal perkebunan kelapa sawit dalam rangka peningkatan ketahanan pangan masyarakat, pengembangan usaha pengolahan kelapa sawit di pedesaan, menerapkan inovasi teknologi dan kelembagaan dalam rangka pemanfaatan sumber daya perkebunan, dan pengembangan pasar. Strategi tersebut didukung dengan penyediaan infrastruktur (sarana dan prasarana) dan kebijakan pemerintah yang kondusif untuk peningkatan kapasitas agribisnis kelapa sawit. Dalam implementasinya, strategi pengembangan agribisnis kelapa sawit didukung dengan program-program yang komprehensif dari berbagai aspek manajemen, yaitu perencanaan, pelaksanaan (perbenihan, budidaya dan pemeliharaan, pengolahan hasil, pengembangan usaha, dan pemberdayaan masyarakat) hingga evaluasi.
    Kebutuhan investasi untuk perluasan kebun kelapa sawit 60.000 ha per tahun untuk lima tahun ke depan adalah Rp. 12,7 trilyun. Kebutuhan investasi di Indonesia Barat adalah Rp. 5,8 trilyun, investasi petani plasma sebesar Rp. 3,4 trilyun perusahaan inti sebesar Rp. 1,9 trilyun pemerintah sebesar Rp. 587milyar. Kebutuhan investasi di Indonesia Timur adalah Rp. 6,8 trilyun (investasi petani plasma sebesar Rp. 3,9 trilyun, perusahaan inti sebesar Rp. 2,3 trilyun dan pemerintah sebesar Rp. 649 milyar.
    Kebutuhan investasi untuk peremajaan kebun kelapa sawit 100.000 ha per tahun untuk lima tahun ke depan adalah Rp. 14,6 trilyun. Kebutuhan investasi untuk peremajaan 80.000 ha di Indonesia Barat adalah Rp. 10,7 trilyun (investasi petani plasma sebesar Rp. 8 trilyun perusahaan inti sebesar Rp. 2,4 milyar dan pemerintah sebesar Rp. 349,912,500,000). Kebutuhan investasi untuk peremajaan 20.000 ha di Indonesia Timur adalah Rp.3,9 trilyun (investasi petani plasma sebesar Rp. 3 trilyun perusahaan inti sebesar Rp. 741milyar dan pemerintah sebesar Rp. 113 milyar Total biaya investasi yang diperlukan dalam 5 tahun ke depan sekitar Rp. 27,3 trilyun.
    Dalam implementasinya, pengembangan agribisnis kelapa sawit baik melalui perluasan maupun peremajaan menerapkan pola pengembangan inti-plasma dengan penguatan kelembagaan melalui pemberian kesempatan kepada petani plasma sebagai pemilik saham perusahaan. Pemilikan saham ini dilakukan melalui cicilan pembelian saham dari hasil potongan penjualan hasil atau dari hasil outsourcing dana oleh organisasi petani.
    Kebutuhan investasi untuk pengembangan pabrik biodiesel kapasitas 6.000 ton per tahun (6.600 kl per tahun) dan kapasitas 100.000 ton per tahun (110.000 kl per tahun) masing-masing adalah Rp. 12 milyar dan Rp. 180 milyar. Apabila setiap tahun dibangun satu pabrik skala kecil dan besar, maka total biaya investasi yang diperlukan dalam lima tahun ke depan Rp. 860 milyar. Nilai investasi tersebut diperlukan untuk membeli peralatan dan mendirikan bangunan pabrik. Dukungan kebijakan sarana dan prasarana serta regulasi diperlukan untuk mencapai sasaran investasi dan pengembangan agribisnis sawit ini. Dukungan kebijakan diharapkan diperoleh dari Departemen Perindustrian, Departemen Perdagangan, Deparetemen Keuangan, Bank Indonesia, Kantor Menteri Negara BUMN, Departemen Energi dan Sumber Daya Mineral, Badan Koordinasi Penanaman Modal, Kantor Menteri Negara Usaha Kecil, Menengah dan Koperasi, Pemerintah Daerah, dan Kejaksaan Agung serta Kepolisian.

    Sumber:http://www.litbang.deptan.go.id/special/komoditas/b4sawit

Agrobinis


  • BAB 1. PENDAHULUAN

    1.1  Latar Belakang
          Indonesia merupakan negara agraris dimana pembangunan di bidang pertanian menjadi prioritas utama karena Indonesia merupakan salah satu negara yang memberikan komitmen tinggi terhadap pembangunan ketahanan pangan sebagai komponen strategis dalam pembangunan nasional. UU No.7 tahun 1996 tentang pangan menyatakan bahwa perwujudan ketahanan pangan merupakan kewajiban pemerintah bersama masyarakat. mayoritas mata pencaharian masyarakat Indonesia adalah di sector pertanian.
          Berbagai cara dapat dilakukan dalam rangka pembangunan di bidang pertanian untuk meningkatkan produksi pangan antara lain dengan ekstensifikasi pertanian dan intensifikasi pertanian. Ekstensifikasi pertanian adalah usaha peningkatan produksi pangan dengan meluaskan areal tanam, dan intensifikasi pertanian adalah usaha peningkatan produksi pangan dengan cara-cara yang intensif pada lahan yang sudah ada, antara lain dengan penggunaan bibit unggul, pemberian pupuk yang tepat serta pemberian air irigasi yang efektif dan efisien.
          Bersangkutan dengan hal tersebut, perlu adanya pengembangan dalam bidang pertanian. Tersedianya lahan pertanian yang cukup dan meningkatnya produktivitas pertanian memang suatu kebutuhan dan keharusan dalam usaha mencukupi ketersediaan pangan nasional sekaligus dasar bagi upaya meningkatkan kesejahteraan petani kita. Namun, dalam semangat merevitalisasi pertanian kita, hendaknya dihindari jebakan hanya mengatasi penyakit-penyakit hilir tanpa keseriusan dalam menuntaskan akar soal yang ada di hulu. Saat ini lahan pertanian di Indonesia sudah berkurang karena adanya konversi lahan. Hal tersebut dapat mengakibatkan berkurangnya lahan abadi di Indonesia. Makalah ini akan menbahas tentang masalah lahan abadi secara lebih jelas lagi.


    1.2 Rumusan Masalah
  • Apa yang dimaksud dengan lahan abadi ?
  • Apa saja kebijakan lahan pada pertanian lahan abadi ?
  • Masalah apa saja yang menghambat pembentukan lahan abadi ?

1.3 Tujuan dan Manfaat
            1.3.1 Tujuan
·        Mengetahui tentang pengertian dari lahan abadi
·        Mengetahui tentang manfaat dari penggunaaan lahan abadi
·        Mengetahui masalah yang menghambat pembentukan lahan abadi
1.3.2 Manfaat
·        Bagi petani, dapat mengetahui masalah yang menghambat pembentukan lahan abadi
·         Bagi pembaca, dapat mengetahui manfaat dari penggunaan lahan abadi
·         Bagi masyarakat, dapat memperoleh ilmu tentang adanya lahan abadi

BAB 2. PEMBAHASAN

2.1 Pengertian Lahan Abadi
            Lahan abadi pertanian adalah suatu kebijakan tentang penggunaan tanah, dimana pemerintah mengalokasikan 15 juta ha lahan sawah ditambah 15 juta ha lahan tegalan yang hanya boleh digunakan untuk kegiatan pertanian dan tidak diijinkan dikonversi kebentuk-bentuk pengguna yang lain. Lahan tersebut hanya ditujukan khusus sebagai kegiatan pertanian. Biasanya lahan tersebut digunakan dalam waktu yang cukup lama.

2.2 Kebijakan lahan pada pertanian lahan abadi
            Penetapan lahan pertanian abadi merupakan salah satu opsi kebijakan yang oleh sebagian pohak dianggap paling tepat untuk mencegah proses alih fungsi lahan pertanian. Pada dasarnya lahan pertanian abadi adalah penetapan suatu kawasan sebagai daerah konservasi, atau perlindunagan, khusus untuk usaha pertanian. Alih fungsi lahan pertanian kepenggunaan non pertanian dilarang dengan suatu ketetapan peraturan perundang-undangan. Jika dapat dilaksanakan secara efektif maka pastilah konversi lahan di kaeasan konservasi tersebut tidaka akan terjadi. Secara teoritis, dengan asumsi dapat diefektifkan, opsi kebijakan lahan pertanian abadi inilah yang palimg ampuh untuk mencegah konversi lahan pertanian.
            Berkurangnya penggunaan lahan abadi tersebut biasanya disebabkan oleh adanya konversi lahan pertanian, seperti pengalihan fungsi dari lahan pertanian menjadi lahan perumahan, industry, atau lahan yang lainnya. Akar penyebab dari konversi lahan pertanian adalah pertumbuhan dan perkembangan ekonomi maupun penduduk, yang di Indonesia keduanya masih akan terus sangat besar, sehinggan konversi lahan pertanian mustahil dapat dihentikan sepenuhnya, lebih-lebih dikawasan pusat ekonomi. Penetapan lahan abadi, yakni melaranh alih fungsi lahan pertanian, di kawasan pusat pertumbuhan ekonomi dan atau padat penduduk sangat sulit, kalau tidak mau mengatakan, mustahil diefektifkan.  
            Permintaan untuk ali fungsi lahan pertanian sangat kecil,attau praktis tidak ada, misalnya di daerah terpencil penetapan lahan pertanian abadi mungkin dapat di efektifkan. namun tanpa penatapan inipun konversi lahan pertanian. tidak akan terjadi karena memang permintaan untuk itu tidak ada.
            Indonesia pada saat ini hingga beberapa tahun mendatang kebijakan ketetapan lahan abadi pertanian sangat sulit diefektifkan. oleh karena itu, pemerintah perlu menetapkan kawasan konservasi pertanian sebagai bagian dari konservasi alam dan budaya. selain itu pemerintah juga perlu memberikan subsidi atau insentif khusus agar ada warga Negara yang menjadi petani.kondisi dan motifasi tersebut yang mendorong gagasan lahan pertamnian abadi.

2.3 Masalah yang Menghambat Pembentukan Lahan Abadi
            Ada lima permasalahan yang menghadang untuk mewujudkan lahan abadi pertanian, yaitu:
            Pertama, secara paradigmatis sistem hukum agraria kita (UUPA No. 5 tahun 1960) menempatkan “aspek penggunaan dan pemanfaatan tanah” atau bagaimana sebidang tanah akan digunakan lebih lemah daripada pengaturan “aspek penguasaan dan pemilikan”. Ini merupakan akar permasalahan kenapa pengaturan tata ruang yang terpadu dan tegas sangat sulit diwujudkan, karena ketika sebidang tanah telah dikuasai satu pihak, maka ia memiliki kewenangan untuk mempergunakannya sesuai keinginannya.
            Kedua, kebijakan lahan abadi memiliki ketidakselarasan dengan beberapa kebijakan dan produk hukum lain, misalnya dengan Perpres No. 36 tahun 2005 tentang Penggunaan Tanah untuk Kepentingan Umum; dan dengan semangat otonomi daerah.
            Ketiga, “lahan abadi” pertanian hanya dapat diwujudkan apabila perencanaan tata ruang baik secara nasional maupun wilayah telah disepakati. Namun sampai saat ini, konsep tata ruang dan kebijakan tentang tata ruang di Indonesia belum memiliki kebijakan yang konsisten, dan cenderung tumpang tindih (secara vertikal maupun horizontal).
            Keempat, secara keorganisasian dalam struktur pemerintahan, tugas dan program yang harus dijalankan Deptan sangat erat kaitannya dengan “aspek penggunaan dan pemanfaatan tanah”, padahal Deptan tidak memiliki otoritas yang cukup untuk itu. Karena itu, untuk mewujudkan kebijakan lahan abadi, Deptan membutuhkan dukungan lembaga pemerintah lain di luar Deptan.
            Kelima, dari sisi pemetaan penggunaan dan kemampuan lahan, ketersediaan data dan informasi saat ini belum memadai untuk merumuskan dan memetakan “lahan abadi” dimaksud dalam waktu dekat.

BAB 3. SIMPULAN DAN SARAN

3.1 Simpulan
            Dari pembahasan di atas dapa dosimpulkan bahwa lahan abadi itu merupakan lahan yang digunakan hanya untuk kegiatan pertanian dalam waktu yang relative lama. Dalam penggunaan lahan abadi tersebut tidak lepas dari suatu masalah yang menghambat penggunaaan lahan abadi seperti  pemetaan penggunaan dan kemampuan lahan, keorganisasian dalam struktur pemerintahan, tugas dan program yang harus dijalankan Deptan sangat erat kaitannya dengan “aspek penggunaan dan pemanfaatan tanah”, padahal Deptan tidak memiliki otoritas yang cukup, lahan abadi pertanian hanya dapat diwujudkan apabila perencanaan tata ruang baik secara nasional maupun wilayah telah disepakati, dan sebagainya.

3.2 Saran
    Dari pembahasan di atas maka saran yang dapat diberikan yaitu pemerintah seharusya perlu menetapkan kawasan konservasi pertanian sebagai bagian dari upaya konservasi alam and budaya. Selain itu, pemerintah perlu mengendalikan terjadinya konservasi lahan pertanian. hal tersebud dimaksudkan agar  lahan pertanian dapat digunakan sebagai lahan yang abadi (dalam waktu yang relative lama)
 
DAFTAR PUSTAKA

Syahyuti.http://pse.litbang.deptan.go.id/ind/index.php?option=com_content&task=view&id=126&Itemid=60. 5 Desenber 2010
Anonim.http://www.landpolicy.or.id/kajian/13/tahun/2009/bulan/01/tanggal/04/id/129/. 5 Desember 2010
Anonim.http://www.docstoc.com/docs/20428482/1-BAB-I-PENDAHULUAN-11-Latar-Belakang-Indonesia-merupakan. 5 Desember 2010
sumber:http://ayikgreenly.blogspot.com/

Manajemen Pemasaran Agribisnis

  • Manajemen Pemasaran Agribisnis

  • I.                   PENDAHULUAN
  • Latar Belakang
Pemasaran (Marketing) adalah proses penyusunan komunikasi terpadu yang bertujuan untuk memberikan informasi mengenai barang atau jasa dalam kaitannya dengan memuaskan kebutuhan dan keinginan manusia.
Pemasaran dimulai dengan pemenuhan kebutuhan manusia yang kemudian bertumbuh menjadi keinginan manusia. Contohnya, seorang manusia membutuhkan air dalam memenuhi kebutuhan dahaganya. Jika ada segelas air maka kebutuhan dahaganya akan terpenuhi. Namun manusia tidak hanya ingin memenuhi kebutuhannya namun juga ingin memenuhi keinginannya yaitu misalnya segelas air merek Aqua yang bersih dan mudah dibawa. Maka manusia ini memilih Aqua botol yang sesuai dengan kebutuhan dalam dahaga dan sesuai dengan keinginannya yang juga mudah dibawa.
Proses dalam pemenuhan kebutuhan dan keinginan manusia inilah yang menjadi konsep. Mulai dari pemenuhan produk (product), penetapan harga (price), pengiriman barang (place), dan mempromosikan barang (promotion). Seseorang yang bekerja dibidang pemasaran disebut pemasar. Pemasar ini sebaiknya memiliki pengetahuan dalam konsep dan prinsip pemasaran agar kegiatan pemasaran dapat tercapai sesuai dengan kebutuhan dan keinginan manusia terutama pihak konsumen yang dituju.
Tahapan-tahapan tersebut biasanya dikenal dengan sebutan rencana pemasaran strategis yaitu memadukan semua kegiatan dan sumber daya bisnis secara logis guna memenuhi kebutuhan pelanggan dan menghasilkan laba. Rencana pemasaran strategis terdiri dari 5 jenis keputusan pemasaran yang saling melengkapi.  Bidang-bidang keputusan tersebut sering disebut dengan bauran pemasaran (marketing mix)
Dari penjelasan diatas dapat kita ketahui bahwa bauran pemasaran (marketing mix) sangatlah penting bagi suatu perusahaan. Maka dari itulah pada makalah ini akan dibahas mengenai bauran pemasaran dari perusahaan PT Great Giant Pineapple.
  1. Rumusan Masalah
1.    Bagaiamana bauran pemasaran perusahaan PT Great Giant Pineapple jika dilihat dari sisi produk?
2.    Bagaiamana bauran pemasaran perusahaan PT Great Giant Pineapple jika dilihat dari sisi harga?
3.    Bagaiamana bauran pemasaran perusahaan PT Great Giant Pineapple jika dilihat dari sisi tempat?
4.    Bagaiamana bauran pemasaran perusahaan PT Great Giant Pineapple jika dilihat dari sisi promosi?
  1. Tujuan
1.    Untuk mengetahui bagaiamana bauran pemasaran perusahaan PT Great Giant Pineapple jika dilihat dari sisi produk.
2.    Untuk mengetahui bagaiamana bauran pemasaran perusahaan PT Great Giant Pineapple jika dilihat dari sisi harga.
3.    Untuk mengetahui bagaiamana bauran pemasaran perusahaan PT Great Giant Pineapple jika dilihat dari sisi tempat.
4.    Untuk mengetahui bagaiamana bauran pemasaran perusahaan PT Great Giant Pineapple jika dilihat dari sisi promosi.
II.                PEMBAHASAN
BAURAN PEMASARAN PT.GREAT GIANT PINEAPLLE
PT Great Giant Pineapple (GGPC) merupakan perkebunan nanas dan pabrik pengalengan nanas terbesar di Indonesia. Dan merupakan terbesar ketigadi dunia.  Perusahaan ini tidak memasarkan produknya didalam negeri, semua produk yang dihasilkan diekspor ke luar negeri. Kapasitas produksinya memenuhi 15 % kebutuhan nanas dunia. Permintaan produk datang dari berbagai negara anatara lain Germany, Perancis, Italia, Jordania, Japan dan lain-lain.
Perusahaan berskala internasional ini telah banyak mendapatkan pengakuan lewat berbagai macam penghargaan penghargaan yang dianugerahkan. Luas area perusahaan ini mencapai 55 ribu hektar.secara professional dan dengan manajemen yang baik  pperusahaan ini mampu menyediakn stok nanas sepanjang tahun.
Sebagaimana diketahui bahwa bauran pemasaran (marketing mix) adalah suatu saluran pemasaran yang dapat dipandangan sebagai sistem penyerahan nilai pelanggan dimana masing-masing anggota saluran menambah nilai bagi pelanggan.
Bauran pemasaran harus selalu dapat bersifat dinamis, selalu dapat menyesuaikan diri dengan lingkungan eksternal maupun internal. Faktor eksternal yaitu faktor diluar jangkauan perusahaan yang terdiri dari pesaing, teknologi, peraturan pemerintah, keadaan perekonomian, dan lingkungan sosial budaya. Sedangkan faktor internal adalah variabel-variabel yang terdapat dalam bauran pemasaran yaitu sebagai berikut Product (produk), Price (harga), Place (tempat), dan Promotion (Promosi).
Dari penjelasan diatas dapat kita ketahui pasti setiap perusahaan pasti memiliki bauran pemasaran masing-masing. Salah satunya yaitu perusahaan PT. Great Giant Pineapple, dimana bauran perusahaan yang dimiliki oleh perusahaan tersebut adalah sebagai berikut :
  1. Produk
Produk disini adalah apa yang diapat ditawarkan di dalam pasar untuk dipertahankan, dimiliki, digunakan atau dikonsumsi sehingga dapat memusaskan keinginan atau kebutuhan termasuk didalam adalah objek fisik, jasa, orang, tempat organisasi dan gagasan. Sehingga dapat disimpulkan bahwa yang dimaksud produk adalah suatu yang berwujud maupun sesuatu yang tidak berwujud yang lazim disebut jasa.
Adapun produk yang ditawarkan dari pihak perusahaan yaitu dimana PT. Great Giant Pineapple menawarkan produk olahan nanas. Dimana olahan nanas disini yaitu pihak perusahaan memanfaatkan segala aspek sehingga tidak ada produk yang terbuang.
Salah satu produk utama keluaran yang dihasilakan dari perusahaan ini yaitu produk  nenas kaleng (GGPC), serta Coacktail, Concentrate, Juice nanas, Nata de coco. Disamping itu juga pihak perusahaan juga memanfaatkan limbah dari tanaman nenas yaitu dimana mereka meamnfaatkan limbah dari tanaman nanas yaitu mengolahnya menjadi pakan ternak sapi dengan menambahan berbagai bahan tambahan lainnya, hal ini bertujuan untuk penggemukan sapi yang mana sapi terrsebut akan menghasilkan susu segar dan daging yang berkualitas baik. Disamping itu juga pihak perusahaan juga mengelolah limbah kotoran sapi menjadi pupuk (kompos, dan bio-gas). Pihak perusahaan tidak hanya mengelolah nanas saja melainkan juga terdapat berbagai produk lainnya seperti tapioca (yang terbuat dari ubi kayu). Berikut beberapa produk keluaran dari PT Great Giant Pineapple.
  1. Harga
Harga adalah Tuntutan atau pedoman managerial yang akan diperlukan untuk membuat keputusan-keputusan dimasa yang akan datang bila mana situasi menuntutnya. Dengan deikian sebuah kebijakan dapat menjadi suatu tindakan konkrit yang secara rutin diikuti bila mana sebuah situasi taktis atau strategis tertentu menuntutnya.
Perusahaan PT.Graet Giant Pineapple merupakan salah satu perusahaan eksportir terbesar ketiga di dunia. Dimana semua produk yang dihasilkan terutama produk nenas kaleng di ekspor keluar negeri. Dimana produk yang dihasilkan oleh perusahaan tersebut di jual atau dibeli dalam dolar (mata uang asing). Harga yang ditawarkan perusahaan yaitu sekitar 15$-$20 per kaleng atau sekitar Rp.200.000,00 rupiah per kaleng.
  1. Tempat
Maksud tempat disini adalah menentukan metode dan rute yang akan dipakai untuk menyalurkan barang tersebut kepasar
Untuk kategori tempat disini sebagaimana telah dijelaskan bahwa perusahaan ini merupakan perusahaan pengeksportir nenas terbesar ke tiga di dunia sehingga dalam melakukan penjualan pihak perusahaan menjual roduk nenas kaleng GGPC diekspor ke 50 negara, dan setiap tahun jumlah negara pengimpor cenderung bertambah. Sekitar 40 persen dari realisasi ekspor diserap di Eropa, antara lain ke Jerman, Belanda, Belgia, Inggris, Spanyol, Norwegia, Italia, Perancis, dan Portugal. Sebanyak 40 persen lagi diimpor oleh negara-negara di Amerika, seperti Amerika Serikat, Mexico, Argentina, Brasil, Puertorico, dan Cile. Sisanya, sekitar 20 persen diserap negara-negara Timur Tengah dan Asia Pasifik (termasuk Australia dan Selandia Baru).
  1. Promosi
Promosi adalah upaya untuk memberitahukan atau menawarkan produk atau jasa pada dengan tujuan menarik calon konsumen untuk membeli atau mengkonsumsinya.  Karena perusahaan ini merupakan perusahaan yang menjuual produknya dengan cara mengekspor, maka untuk promosi perusahaan ini hanya meninjau negara-negara yang memerlukan atau membutuhkan stok produk olahan nanas kaleng dalam jumlah besar. Sehingga pihak perusahaan dapat dengan mudah memasarkan produk mereka.
III.             PENUTUP
Kesimpulan
Variabel-variabel yang terdapat dalam bauran pemasaran yaitu sebagai berikut Product (produk), Price (harga), Place (tempat), dan Promotion (Promosi). Dimana bauran pemasran dari perusahaan Great Giant Pineapple yaitu :
Ø Produk yang ditawarkan dari pihak perusahaan yaitu dimana PT. Great Giant Pineapple menawarkan produk olahan nanas. Dimana olahan nanas disini yaitu pihak perusahaan memanfaatkan segala aspek sehingga tidak ada produk yang terbuang. Salah satu produk utama keluaran yang dihasilakan dari perusahaan ini yaitu produk  nenas kaleng (GGPC), serta Coacktail, Concentrate, Juice nanas, Nata de coco. Disamping itu juga pihak perusahaan juga memanfaatkan limbah dari tanaman nenas yaitu dimana mereka meamnfaatkan limbah dari tanaman nanas yaitu mengolahnya menjadi pakan ternak sapi dengan menambahan berbagai bahan tambahan lainnya, hal ini bertujuan untuk penggemukan sapi yang mana sapi terrsebut akan menghasilkan susu segar dan daging yang berkualitas baik. Disamping itu juga pihak perusahaan juga mengelolah limbah kotoran sapi menjadi pupuk (kompos, dan bio-gas). Pihak perusahaan tidak hanya mengelolah nanas saja melainkan juga terdapat berbagai produk lainnya seperti tapioca (yang terbuat dari ubi kayu).
Ø Perusahaan PT.Graet Giant Pineapple merupakan salah satu perusahaan eksportir terbesar ketiga di dunia. Dimana semua produk yang dihasilkan terutama produk nenas kaleng di ekspor keluar negeri. Dimana produk yang dihasilkan oleh perusahaan tersebut di jual atau dibeli dalam dolar (mata uang asing). Harga yang ditawarkan perusahaan yaitu sekitar 15$-$20 per kaleng atau sekitar Rp.200.000,00 rupiah per kaleng.
Ø Pihak perusahaan menjual roduk nenas kaleng GGPC diekspor ke 50 negara, dan setiap tahun jumlah negara pengimpor cenderung bertambah. Sekitar 40 persen dari realisasi ekspor diserap di Eropa, antara lain ke Jerman, Belanda, Belgia, Inggris, Spanyol, Norwegia, Italia, Perancis, dan Portugal. Sebanyak 40 persen lagi diimpor oleh negara-negara di Amerika, seperti Amerika Serikat, Mexico, Argentina, Brasil, Puertorico, dan Cile. Sisanya, sekitar 20 persen diserap negara-negara Timur Tengah dan Asia Pasifik (termasuk Australia dan Selandia Baru).
Ø Karena perusahaan ini merupakan perusahaan yang menjuual produknya dengan cara mengekspor, maka untuk promosi perusahaan ini hanya meninjau negara-negara yang memerlukan atau membutuhkan stok produk olahan nanas kaleng dalam jumlah besar. Sehingga pihak perusahaan dapat dengan mudah memasarkan produk mereka
DAFTAR PUSTAKA
Anonim. 2012. Pemasaran. http://www.fkh.unair.ac.id/materi/KWU%20FKH%202010/Rencana%20Pemasaran.pdf. Diakses pada tanggal 17 Desember 2012.
Anonim. 2012. Bauran Perusahaan Great Giant Pineapple. http://www.google.com/url?sa=t&rct=j&q=bauran+perusahaan+great+giant+pineapple&source=web&cd=3&cad=rja&ved=0CDkQFjAC&url=http%3A%2F%2Fml.scribd.com%2Fdoc%2F80871666%2FProposalDistribusi&ei=cCLPUJWODMXlrAeb9oHQDA&usg=AFQjCNEHY2hQITbNs1hOru5CeX-95y5aLQ&bvm=bv.1355325884,d.bmk. Diakses pada tanggal 17 Desember 2012.
Anoniim. 2012. Definisi Harga. http://www.anneahira.com/harga-15488.htm. diakses pada tanggal 17 Desember 2012.
Wikipedia. 2012. Pemasaran. http://id.wikipedia.org/wiki/Pemasaran. diakses pada tanggal 16 Desember 2012.

MUI: Waspadai Kembalinya Gerakan Komunisme

  • MUI: Waspadai Kembalinya Gerakan Komunisme

    KPU Harus Tolak Caleg Komunis

    Jakarta, (MUIonline)
    Majelis Ulama Indonesia (MUI) minta agar semua pihak, khususnya umat Islam mewaspadai kembalinya paham dan gerakan komunisme di Indonesia. Komunis melalui Partai Komunis Indonesia (PKI) telah sempat membuat negeri ini hancur dan terpecah. Kita tidak mau lagi mengalami tragedi pahit sebagaimana terjadi di masa-masa silam yang dilakukan oleh kaum komunis yang anti agama itu.
    Demikian dikemukakan Kordinator Harian Pengurus MUI Pusat Dr. KH. Ma'ruf Amin ketika memberikan presentasi dalam sebuah Diskusi Keumatan di Gedung MUI, Jakarta, Sabtu (18/5). Selain Ma'ruf Amin, diskusi yang diselenggarakan Komisi Pendidikan MUI Pusat bekerjasama dengan Forum Silaturrahmi Santri (FORSIS) itu menghadirkan pembicara mantan KSAD Letjen TNI (Purn) Kiki Syahnakri dan Ketua Umum PP. Gerakan Nasional Patriot Indonesia (GNPI) H. Alfian Tanjung dengan moderator Wakil Sekjen Pengurus MUI Pusat Prof. Dr. Hj. Amani Lubis, MA. Acara juga dihadiri Ketua Umum Forsis H. Saim Haris, MA dan pimpinan sejumlah Ormas Islam seperti SI, Perti, NU dan Muhammadiyah.
    Menurut Kiai Ma'ruf Amin, sudah sejak lama ada upaya-upaya terselubung untuk membuat jalan terhadap kembalinya gerakan dan paham komunisme di Indonesia. Upaya itu antara lain dengan keinginan untuk mendudukkan tragedi tahun 1965 sebagai pelanggaran berat HAM sehingga pemerintah Indonesia agar secara terbuka mengakui kesalahannya dan meminta maaf kepada keluarga PKI.
    "Ini sangat berbahaya sekali. Kalau pemerintah benar-benar meminta maaf dan mengaku salah, maka komunisme dipastikan akan semakin eksis di Tanah Air. Sasarannya pasti kaum santri dan tentara yang dianggap sebagai pihak yang bersalah. Ini sungguh sangat berbahaya," tegas Kiai Ma'ruf yang juga anggota Dewan Pertimbangan Presiden (Wantimpres) itu.
    Karena itu, para santri dan tentara harus senantiasa bersatu padu dalam rangka memblokir dan menghadang kembalinya kaum komunis itu di Tanah Air. Kita tetap pada prinsip bahwa gerakan komunis yang anti Tuhan itu merupakan bahaya laten yang harus dibendung dan tidak boleh berkembang di negara Indonesia yang mengakui terhadap eksistensi agama-agama.
    Kiki Syahnakri yang juga Ketua Persatuan Purnawirawan Angkatan Darat (PPAD) juga sependapat. Menurutnya, Tentara Nasional (TNI) hingga kini tetap konsisten tidak membenarkan masuknya kembali gerakan komunis maupun paham komunisme di Indonesia. Karenanya semua pihak harus selalu mewaspadai dan dengan sungguh-sungguh secara bersama-sama menghadang gerakan kembalinya paham komunisme itu di tengah masyarakat luas.
    Wakil Sekjen MUI Amani Lubis bahkan minta agar Komisi Pemilihan Umum (KPU) bisa melakukan penelitian dan seleksi yang lebih ketat terhadap para Calon Anggota Legislatif (Caleg) pada pemilu mendatang. KPU harus menolak nama-nama Caleg yang terindikasi mempunyai paham komunisme. "Bagi para keluarga eks PKI yang diakui kejujuran dan integritasnya terhadap nasionalisme, ga ada masalah. Tapi bagi mereka yang kuat eksis dalam memperjuangkan paham komunisme, KPU harus berani menolak," ujarnya.
    Pengamat komunisme di Indonesia Alfian mengaku mempunyai banyak bukti bagaimana gerakan komunisme itu berusaha kembali eksis di Tanah Air. Bahkan, PKI telah melakukanKkongres ke IX di Cianjur, Jawa Barat dan Kongres ke X di Ngabras, Magelang, Jawa Tengah. PKI tengah menyatukan kekuatan politik PKI melalui berbagai bentuk, baik secara perseorangan, infiltrasi atau pengurus resmi Ormas atau Orpol tertentu yang merupakan kolaborasi seluruh komponen.
    "Saya tahu persis bahwa pemimpin PKI menyatakan bahwa PKI tidak pernah bubar karena tidak pernah membubarkan diri. PKI hanya dibubarkan oleh musuh. PKI mempunyai target meraih kemanangan mutlak, yakni merebut kekuasaan melalui parlemen pada Pemilu 2014 dengan target 400 orang anggota DPR RI. PKI berusaha membungkam, membiaus dan melenakan seluruh pihak di luar PKI sehingga kebangkitan mereka menjadi sesuatu yang berjalan secara cepat, terukur dan berkelanjutan sampai pada kongres PKI ke XI pada tahun 2015 mendatang," papar Alfian yang jugadosen FKIP UHAMKA Jakarta itu.
    Tidak Boleh Khianat
    Di bagian lain presentasinya, Kiai Makruf mengemukakan, para santri wajib menjaga Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). Sebab negara ini dibangun melalui kesepakatan bersama, dimana kaum santri berada dalam proses kesepakatan itu. Karena itu, kaum santri tidak boleh berkhianat sedikit pun terhadap kesepakatan perjanjian yang sudah dibuat bersama di Republik ini.
    "Kita harus jaga bersama negeri ini. Jangan keluar dari jalur ke kanan maupun ke kiri. Kita harus sadar bahwa negara ini bukan hadiah dari siapapun. Negara ini kita peroleh melalui perjuangan hidup mati," ujar Kiai Ma'ruf sambil menambahkan bahwa gerakan komunis dan paham komunisme merupakan gerakan dan paham yang sama sekali bertentangan dengan Dasar Negara kita Pancasila.
    Untuk mkembendung masuknya gerakan-gerakan komunisme dan gerakan lain yang hendak merusak NKRI, menurut Kiai Ma'ruf adalah harus menjaga empat penguiatan atau bingkai yaitu, bingkai teologis, bingkai sosiaologis, bingkai politis yang di dalamnya berisi empat pilar Pancasila, UUD 1945, Bhinneka Tunggal Ika dan NKRI, dan bingkai yuridis. Khusus pada penguatan bingkai terakhir, yakni yuridis, menurut Kiai Ma'ruf diarahkan pada peraturan-peraturan dan regulasi yang mengarah pada kesepakatan-kesepakatan bersama ketika membentuk negara ini.
    "Peraturan dan perundang-undangan kita perlu dievaluasi ulang. Apakah undang-undang itu sudah benar-benar memihak pada rakyat banyak atau justeru merupakan titipan asing yang memihak pada orang luar. Kita harus kembalikan agar peraturan dan undang-undang kita itumenjadi nasionalis. Jangan sampai menjadi alat kepentingan orang lain," paparnya.
    Hal senada juga dikemukakan Letjen TNI (Purn) Kiki Syahnakri. Mantan Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) itu mensinyalir bahwa saat ini nasionalisme sudah jauh dari bangsa Indonesia. Banyak undang-undang yang tidak berpihak pada bangsa sendiri tetapi berpihak pada orang lain. Contoh, Undang-Undang Nomor 25 tahun 2007 Tentang Investasi. Dalam undang-undang itu, antara lain disebutkan bahwa pihak asing boleh menguasai sampai 190 tahun lamanya dengan penguasaan saham hingga 90 persen.
    "Bayangkan! Makanya pantas kalau bangsa kita tetap miskin, sebab investasi kekayaan lebih banyak mengalir ke luar. Sementara kita hanya menjadi pesuruh. Reformasi yang kita lakukan pada tahun 1998 lalu ternyata terbajak oleh kapitalis dan liberalis," keluahnya.
    Untuk tu, lanjutnya, selain kita butuh pemimpin yang kuat dan bukan peragu di masa mendatang, juga kita perlu meneliti ulang terhadap sejumlah peraturan dan perundang-undangan, termasuk UUD 1945 yang sudah berkali-kali diamandemen itu dan juga terhadap keberadaan partai politik di Indonesia. (Qr)

Makalah Jaringan Komputer

  • Makalah Jaringan Komputer

    BAB I
    PENDAHULUAN

    1.1. Latar Belakang

    Zaman sekarang, kebutuhan manusia dalam akses data semakin meningkat, ini disebabkan adanya pola pergeseran hidup manusia ke arah yang lebih berkembang. Dengan pemanfaatan komputer hal ini dapat terfasilitasi dengan cepat. Akibatnya akan terjadi keefisiensian waktu, biaya dan resource, sehingga akan menghasikan output yang optimal. Disisi lain kebutuhan akan akses data itu terhalangi oleh adanya jarak dan waktu, terkadang kita membutuhkan akses informasi saudara kita yang berada di negara yang berbeda.

    Dengan adanya jaringan komputer, hal ini bisa teratasi. Bukan hanya jarak akan tetapi perbedaan waktupun dapat selalu diakses. Misalkan ketika kita menginginkan informasi yang telah lalu. Internet dan World Wide Web (WWW) sangat populer di seluruh dunia. Banyak masyarakat yang membutuhkan aplikasi yang berbasis Internet, seperti E-Mail dan akses Web melalui internet. Sehingga makin banyak aplikasi bisnis yang berkembang berjalan di atas internet.


    1.2. Perumusan Masalah

    Dalam menyusun makalah ini, penulis merumuskan beberapa masalah yang berkaitan dengan :

  • Definisi Jaringan Komputer
  • Jenis Jaringan Komputer
  • Topologi Jaringan Komputer
  • Perlalatan yang dibutuhkan dalam mebangun Jaringan Komputer
  • Software yang dibutuhkan dalam membangun Jaringan Komputer
  • Contoh aplikasi Jaringan Komputer
  • Manfaat Jaringan Komputer
1.3. Tujuan Penulisan

Adapun tujuan dari penyusunan makalah ini yaitu sebagi berikut :

  1. Untuk menambah ilmu dan pengetahuan mengenai masalah yang diangkat dalam makalah.
  2. Untuk memberikan keterampilan baru di bidang IT
1.4. Metode Penulisan

Dalam menyusun makalah ini, penulis menggunakan metode literatur yaitu dengan mengkaji buku sebagai acuan yang sesuai dengan pembahasan dan browsing data di internet.

1.5. Sistematika Penulisan

Sistematika penulisan dalam penyusunan makalah ini, yaitu sebagai berikut :


BAB I 
PENDAHULUAN

Pada bab ini dibahas mengenai latar belakang, perumusan masalah, tujuan penulisan, meteode penulisan dan sistematika penulisan.


BAB II PEMBAHASAN

Pada bab ini dibahas mengenai definisi jaringan komputer, jenis jaringan komputer, topologi jaringan komputer, peralatan yang dibutuhkan dalam membangun jaringan komputer, software yang dibutuhkan dalam membangun jaringan komputer, contoh aplikasi jaringan komputer serta manfaat jaringan komputer.


BAB III PENUTUP

Pada bab ini berisi mengenai kesimpulan dan saran.




BAB II
PEMBAHASAN

2.1. Definisi Jaringan komputer

Jaringan komputer adalah sebuah kumpulan komputer, printer dan peralatan lainnya yang terhubung dalam satu kesatuan. Informasi dan data bergerak melalui kabel-kabel atau tanpa kabel sehingga memungkinkan pengguna jaringan komputer dapat saling bertukar dokumen dan data, mencetak pada printer yang sama dan bersama-sama menggunakan hardware/software yang terhubung dengan jaringan. Setiap komputer, printer atau periferal yang terhubung dengan jaringan disebut node. Sebuah jaringan komputer dapat memiliki dua, puluhan, ribuan atau bahkan jutaan node.

2.2. Jenis Jaringan Komputer

Dalam mempelajari macam-macam jaringan komputer terdapat dua klasifikasi yang sangat penting yaitu teknologi transmisi dan jarak. Secara garis besar, terdapat dua jenis teknologi transmisi yaitu jaringan broadcast dan jaringan point-to-point.

Jaringan broadcast memiliki saluran komunikasi tunggal yang dipakai bersama-sama oleh semua mesin yang ada pada jaringan. Pesan-pesan berukuran kecil, disebut paket, yang dikirimkan oleh suatu mesin akan diterima oleh mesin-mesin lainnya. Field alamat pada sebuah paket berisi keterangan tentang kepada siapa paket tersebut ditujukan. Saat menerima paket, mesin akan mencek field alamat. Bila paket tersebut ditujukan untuk dirinya, maka mesin akan memproses paket itu, bila paket ditujukan untuk mesin lainnya, mesin tersebut akan mengabaikannya.

Jaringan point-to-point terdiri dari beberapa koneksi pasangan individu dari mesin-mesin. Untuk mengirim paket dari sumber ke suatu tujuan, sebuah paket pada jaringan jenis ini mungkin harus melalui satu atau lebih mesin-mesin perantara. Seringkali harus melalui banyak route yang mungkin berbeda jaraknya. Karena itu algoritma route memegang peranan penting pada jaringan point-to-point.

Pada umumnya jaringan yang lebih kecil dan terlokalisasi secara geografis cenderung memakai broadcasting, sedangkan jaringan yang lebih besar menggunakan point-to-point.

1. Local Area Network (LAN)

Local Area Network (LAN), merupakan jaringan milik pribadi di dalam sebuah gedung atau kampus yang berukuran sampai beberapa kilometer. LAN seringkali digunakan untuk menghubungkan komputer-komputer pribadi dan workstation dalam kantor suatu perusahaan atau pabrik-pabrik untuk memakai bersama sumberdaya (resouce, misalnya printer) dan saling bertukar informasi.

LAN seringkali menggunakan teknologi transmisi kabel tunggal. LAN tradisional beroperasi pada kecepatan mulai 10 sampai 100 Mbps (mega bit/detik) dengan delay rendah (puluhan mikro second) dan mempunyai faktor kesalahan yang kecil. LAN-LAN modern dapat beroperasi pada kecepatan yang lebih tinggi, sampai ratusan megabit/detik.



Gambar II.1 Dua jenis jaringan broadcast. (a) Bus. (b) Ring


Terdapat beberapa macam topologi yang dapat digunakan pada LAN broadcast. Gambar 1.1 menggambarkan dua diantara topologi-topologi yang ada. Pada jaringan bus (yaitu kabel liner), pada suatu saat sebuah mesin bertindak sebagai master dan diijinkan untuk mengirim paket. Mesin-mesin lainnya perlu menahan diri untuk tidak mengirimkan apapun. Maka untuk mencegah terjadinya konflik, ketika dua mesin atau lebih ingin mengirimkan secara bersamaan, maka mekanisme pengatur diperlukan. Mekanisme pengatur dapat berbentuk tersentralisasi atau terdistribusi. IEEE 802.3 yang populer disebut Ethernet merupakan jaringan broadcast bus dengan pengendali terdesentralisasi yang beroperasi pada kecepatan 10 s.d. 100 Mbps. Komputer-komputer pada Ethernet dapat mengirim kapan saja mereka inginkan, bila dua buah paket atau lebih bertabrakan, maka masing-masing komputer cukup menunggu dengan waktu tunggu yang acak sebelum mengulangi lagi pengiriman.

Sistem broadcast yang lain adalah ring, pada topologi ini setiap bit dikirim ke daerah sekitarnya tanpa menunggu paket lengkap diterima. Biasanya setiap bit mengelilingi ring dalam waktu yang dibutuhkan untuk mengirimkan beberapa bit, bahkan seringkali sebelum paket lengkap dikirim seluruhnya. Seperti sistem broadcast lainnya, beberapa aturan harus dipenuhi untuk mengendalikan access simultan ke ring. IEEE 802.5 (token ring) merupakan LAN ring yang populer yang beroperasi pada kecepatan antara 4 s.d 16 Mbps.

Berdasarkan alokasi channelnya, jaringan broadcast dapat dibagi menjadi dua, yaitu statik dan dinamik. Jenis alokasi statik dapat dibagi berdasarkan waktu interval-interval diskrit dan algoritma round robin, yang mengijinkan setiap mesin untuk melakukan broadcast hanya bila slot waktunya sudah diterima. Alokasi statik sering menyia-nyiakan kapasitas channel bila sebuah mesin tidak punya lgi yang perlu dikerjakan pada saat slot alokasinya diterima. Karena itu sebagian besar sistem cenderung mengalokasi channel-nya secara dinamik (yaitu berdasarkan kebutuhan).

Metoda alokasi dinamik bagi suatu channel dapat tersentralisasi ataupun terdesentralisasi. Pada metoda alokasi channel tersentralisasi terdapat sebuah entity tunggal, misalnya unit bus pengatur, yang menentukan siapa giliran berikutnya. Pengiriman paket ini bisa dilakukan setelah menerima giliran dan membuat keputusan yang berkaitan dengan algoritma internal. Pada metoda aloksi channel terdesentralisasi, tidak terdapat entity sentral, setiap mesin harus dapat menentukan dirinya sendiri kapan bisa atau tidaknya mengirim.



Keuntungan Jaringan LAN :

1. Pertukaran file dapat dilakukan dengan mudah (File Sharing).

2. Pemakaian printer dapat dilakukan oleh semua client (Printer Sharing).

3. File-file data dapat disimpan pada server, sehingga data dapat diakses dari semua client menurut otorisasi sekuritas dari semua karyawan, yang dapat dibuat berdasarkan struktur organisasi perusahaan sehingga keamanan data terjamin.

4. File data yang keluar/masuk dari/ke server dapat di kontrol.

5. Proses backup data menjadi lebih mudah dan cepat.

6. Resiko kehilangan data oleh virus komputer menjadi sangat kecil sekali.

7. Komunikasi antar karyawan dapat dilakukan dengan menggunakan E-Mail & Chat.

8. Bila salah satu client/server terhubung dengan modem, maka semua atau sebagian komputer pada jaringan LAN dapat mengakses ke jaringan Internet atau mengirimkan fax melalui 1 modem.


2. Metropolitan Area Network (MAN)

Metropolitan Area Network (MAN) pada dasarnya merupakan versi LAN yang berukuran lebih besar dan biasanya memakai teknologi yang sama dengan LAN. MAN dapat mencakup kantor-kantor perusahaan yang berdekatan dan dapat dimanfaatkan untuk keperluan pribadi (swasta) atau umum. MAN biasanya mampu menunjang data dan suara, dan bahkan dapat berhubungan dengan jaringan televisi kabel. MAN hanya memiliki sebuah atau dua buah kabel dan tidak mempunyai elemen switching, yang berfungsi untuk mengatur paket melalui beberapa output kabel. Adanya elemen switching membuat rancangan menjadi lebih sederhana.

Alasan utama memisahkan MAN sebagai kategori khusus adalah telah ditentukannya standar untuk MAN, dan standar ini sekarang sedang diimplementasikan. Standar tersebut disebut DQDB (Distributed Queue Dual Bus) atau 802.6 menurut standar IEEE. DQDB terdiri dari dua buah kabel unidirectional dimana semua komputer dihubungkan, seperti ditunjukkan pada gambar 1.1 Setiap bus mempunyai sebuah head-end, perangkat untuk memulai aktivitas transmisi. Lalulintas yang menuju komputer yang berada di sebelah kanan pengirim menggunakan bus bagian atas. Lalulintas ke arah kiri menggunakan bus yang berada di bawah.



Gambar II.2 Arsitektur MAN DQDB



3. Wide Area Network (WAN)

Wide Area Network (WAN) mencakup daerah geografis yang luas, seringkali mencakup sebuah negara atau benua.WAN terdiri dari kumpulan mesin yang bertujuan untuk menjalankan program-program aplikasi.

Kita akan mengikuti penggunaan tradisional dan menyebut mesin-mesin ini sebagai host. Istilah End System kadang-kadang juga digunakan dalam literatur. Host dihubungkan dengan sebuah subnet komunikasi, atau cukup disebut subnet. Tugas subnet adalah membawa pesan dari host ke host lainnya, seperti halnya sistem telepon yang membawa isi pembicaraan dari pembicara ke pendengar. Dengan memisahkan aspek komunikasi murni sebuah jaringan (subnet) dari aspek-aspek aplikasi (host), rancangan jaringan lengkap menjadi jauh lebih sederhana. Pada sebagian besar WAN, subnet terdiri dari dua komponen, yaitu kabel transmisi dan elemen switching. Kabel transmisi (disebut juga sirkuit, channel, atau trunk) memindahkan bit-bit dari satu mesin ke mesin lainnya.

Element switching adalah komputer khusus yang dipakai untuk menghubungkan dua kabel transmisi atau lebih. Saat data sampai ke kabel penerima, element switching harus memilih kabel pengirim untuk meneruskan pesan-pesan tersebut. Sayangnya tidak ada terminologi standart dalam menamakan komputer seperti ini. Namanya sangat bervariasi disebut paket switching node, intermidiate system, data switching exchange dan sebagainya.


GambarII.3 Hubungan antara host-host dengan subnet


Sebagai istilah generik bagi komputer switching, kita akan menggunakan istilah router. Tapi perlu diketahui terlebih dahulu bahwa tidak ada konsensus dalam penggunaan terminologi ini. Dalam model ini, seperti ditunjukkan oleh gambar 1.2 setiap host dihubungkan ke LAN tempat dimana terdapat sebuah router, walaupun dalam beberapa keadaan tertentu sebuah host dapat dihubungkan langsung ke sebuah router. Kumpulan saluran komunikasi dan router (tapi bukan host) akan membentuk subnet.

Istilah subnet sangat penting, tadinya subnet berarti kumpulan kumpulan router-router dan saluran-saluran komunikasi yang memindahkan paket dari host host tujuan. Akan tatapi, beberpa tahun kemudian subnet mendapatkan arti lainnya sehubungan dengan pengalamatan jaringan.

Pada sebagian besar WAN, jaringan terdiri dari sejumlah banyak kabel atau saluran telepon yang menghubungkan sepasang router. Bila dua router yang tidak mengandung kabel yang sama akan melakukan komunikasi, keduanya harus berkomunikasi secara tak langsung melalui router lainnya. ketika sebuah paket dikirimkan dari sebuah router ke router lainnya melalui router perantara atau lebih, maka paket akan diterima router dalam keadaan lengkap, disimpan sampai saluran output menjadi bebas, dan kemudian baru diteruskan.


Gambar II.4 Bebarapa topologi subnet untuk poin-to-point .

(a)Bintang (b)Cincin (c)Pohon (d)Lengkap (e) Cincin berinteraksi (f)Sembarang.


Subnet yang mengandung prinsip seperti ini disebut subnet point-to-point, store-and-forward, atau packet-switched. Hampir semua WAN (kecuali yang menggunakan satelit) memiliki subnet store-and-forward.

Di dalam menggunakan subnet point-to-point, masalah rancangan yang penting adalah pemilihan jenis topologi interkoneksi router. Gambar 1.3 menjelaskan beberapa kemungkinan topologi. LAN biasanya berbentuk topologi simetris, sebaliknya WAN umumnya bertopologi tak menentu.


Keuntungan Jaringan WAN.

a. Server kantor pusat dapat berfungsi sebagai bank data dari kantor cabang.

b. Komunikasi antar kantor dapat menggunakan E-Mail & Chat.

c. Dokumen/File yang biasanya dikirimkan melalui fax ataupun paket pos, dapat dikirim melalui E-mail dan Transfer file dari/ke kantor pusat dan kantor cabang dengan biaya yang relatif murah dan dalam jangka waktu yang sangat cepat.

d. Pooling Data dan Updating Data antar kantor dapat dilakukan setiap hari pada waktu yang ditentukan.

4. Internet

Sebenarnya terdapat banyak jaringan didunia ini, seringkali menggunakan perangkat keras dan perangkat lunak yang berbeda-beda . Orang yang terhubung ke jaringan sering berharap untuk bisa berkomunikasi dengan orang lain yang terhubung ke jaringan lainnya. Keinginan seperti ini memerlukan hubungan antar jaringan yang seringkali tidak kampatibel dan berbeda. Biasanya untuk melakukan hal ini diperlukan sebuah mesin yang disebut gateway guna melakukan hubungan dan melaksanakan terjemahan yang diperlukan, baik perangkat keras maupun perangkat lunaknya. Kumpulan jaringan yang terinterkoneksi inilah yang disebut dengan internet.


5. Jaringan Tanpa Kabel

Komputer mobile seperti komputer notebook dan Personal Digital Assistant (PDA), merupakan cabang industri komputer yang paling cepat pertumbuhannya. Banyak pemilik jenis komputer tersebut yang sebenarnya telah memiliki mesin-mesin desktop yang terpasang pada LAN atau WAN tetapi karena koneksi kabel tidaklah mungkin dibuat di dalam mobil atau pesawat terbang, maka banyak yang tertarik untuk memiliki komputer dengan jaringan tanpa kabel ini.

Jaringan tanpa kabel mempunyai berbagai manfaat, yang telah umum dikenal adalah kantor portable. Orang yang sedang dalam perjalanan seringkali ingin menggunakan peralatan elektronik portable-nya untuk mengirim atau menerima telepon, fax, e-mail, membaca fail jarak jauh login ke mesin jarak jauh, dan sebagainya dan juga ingin melakukan hal-hal tersebut dimana saja, darat, laut, udara. Jaringan tanpa kabel sangat bermanfaat untuk mengatasi masalah-masalah di atas.



Tabel 1.2 Kombinasi jaringan tanpa kabel dan komputasi mobile



Wireless

Mobile


Aplikasi


Tidak


Tidak


                                Worksation tetap di kantor


Tidak


Ya


                                Komputer portable terhubung ke len telepon


Ya


Tidak


                                LAN dengan komunikasi wireless


Ya


Ya


                               Kantor portable, PDA untuk persediaan









Walaupun jaringan tanpa kabel dan sistem komputasi yang dapat berpindah-pindah sering kali berkaitan erat, sebenarnya tidaklah sama, seperti yang tampak pada tabel 1.2. Komputer portabel kadang-kadang menggunakan kabel juga, yaitu disaat seseorang yang sedang dalam perjalanan menyambungkan komputer portable-nya ke jack telepon di sebuah hotel, maka kita mempunyai mobilitas yang bukan jaringan tanpa kabel. Sebaliknya, ada juga komputer-komputer yang menggunakan jaringan tanpa kabel tetapi bukan portabel, hal ini dapat terjadi disaat komputer-komputer tersebut terhubung pada LAN yang menggunakan fasilitas komunikasi wireless (radio).

Meskipun jaringan tanpa kabel ini cukup mudah untuk di pasang, tetapi jaringan macam ini memiliki banyak kekurangan. Biasanya jaringan tanpa kabel mempunyai kemampuan 1-2 Mbps, yang mana jauh lebih rendah dibandingkan dengan jaringan berkabel. Laju kesalahan juga sering kali lebih besar, dan transmisi dari komputer yang berbeda dapat mengganggu satu sama lain.

2.3. Topologi Jaringan Komputer

Topologi adalah suatu cara menghubungkan komputer yang satu dengan komputer lainnya sehingga membentuk jaringan. Cara yang saat ini banyak digunakan adalah bus, token-ring, star dan peer-to-peer network. Masing-masing topologi ini mempunyai ciri khas, dengan kelebihan dan kekurangannya sendiri.

Topologi BUS

Keuntungan :

1. Hemat kabel

2. Layout kabel sederhana

3. Mudah dikembangkan

Kerugian :

1. Deteksi dan isolasi kesalahan sangat kecil

2. Kepadatan lalu lintas

3. Bila salah satu client rusak, maka jaringan tidak bisa berfungsi.

4. Diperlukan repeater untuk jarak jauh


Topologi TokenRING

Metode token-ring (sering disebut ring saja) adalah cara menghubungkan komputer sehingga berbentuk ring (lingkaran). Setiap simpul mempunyai tingkatan yang sama. Jaringan akan disebut sebagai loop, data dikirimkan kesetiap simpul dan setiap informasi yang diterima simpul diperiksa alamatnya apakah data itu untuknya atau bukan


Keuntungan :

Hemat Kabel


Kerugian :

1. Peka kesalahan

2. Pengembangan jaringan lebih kaku

Topologi STAR

Kontrol terpusat, semua link harus melewati pusat yang menyalurkan data tersebut kesemua simpul atau client yang dipilihnya. Simpul pusat dinamakan stasium primer atau server dan lainnya dinamakan stasiun sekunder atau client server. Setelah hubungan jaringan dimulai oleh server maka setiap client server sewaktu-waktu dapat menggunakan hubungan jaringan tersebut tanpa menunggu perintah dari server.

Keuntungan :

1. Paling fleksibel

2. Pemasangan/perubahan stasiun sangat mudah dan tidak mengganggu bagian jaringan lain

3. Kontrol terpusat

4. Kemudahan deteksi dan isolasi kesalahan/kerusakan

5. Kemudahaan pengelolaan jaringan

Kerugian :

1. Boros kabel

2. Perlu penanganan khusus

3. Kontrol terpusat (HUB) jadi elemen kritis

Extended STAR

Mengembangkan topologi STAR yang dikembangkan. Berupa link-link individual yang dihubungkan pada hub-hub/switch secara terkonsentrasi.


Hierarcial

Dibuat similar dengan Extended Star, tetapi sistem di-link ke sebuah computer yang mengontrol traffic dalam topologi


Mesh

Digunakan pada kondisi di mana tidak ada hubungan komunikasi terputus secara absolute antarnode komputer. Sebagai contoh adalah sistem-sistem control dari sebuah nuclear power plant. Topologi ini merefleksikan juga bagaimanadesain dari internet, yang memiliki multipath ke berbagai lokasi.

Peer-to-peer Network

Peer artinya rekan sekerja. Peer-to-peer network adalah jaringan komputer yang terdiri dari beberapa komputer (biasanya tidak lebih dari 10 komputer dengan 1-2 printer). Dalam sistem jaringan ini yang diutamakan adalah penggunaan program, data dan printer secara bersama-sama. Pemakai komputer bernama Dona dapat memakai program yang dipasang di komputer Dino, dan mereka berdua dapat mencetak ke printer yang sama pada saat yang bersamaan.

Sistem jaringan ini juga dapat dipakai di rumah. Pemakai komputer yang memiliki komputer 'kuno', misalnya AT, dan ingin memberi komputer baru, katakanlah Pentium II, tidak perlu membuang komputer lamanya. Ia cukup memasang netword card di kedua komputernya kemudian dihubungkan dengan kabel yang khusus digunakan untuk sistem jaringan. Dibandingkan dengan ketiga cara diatas, sistem jaringan ini lebih sederhana sehingga lebih mudah dipejari dan dipakai.


2.4. Peralatan-peralatan yang dibutuhkan :

Peralatan-peralatan yang biasa digunakan untuk membuat suatu jaringan :

a. Unit komputer untuk Server.

b. Beberapa Unit komputer untuk Client.

c. HUB 16 Port, Untuk jaringan yang terdiri dari 1 Server dan 15 Client.Ethernet Card, Untuk masing masing komputer dibutuhkan 1 Ethernet Card.

d. Jack RJ 45, Untuk masing-masing komputer dibutuhkan 2 PCS Jack RJ 45.

e. Kabel UTP, Panjangnya tergantung kebutuhan pada saat pemasangan.

f. Modem 56Kbps.

g. Line Telpon.

h. UPS.

2.5. Software

a. Microsoft® Windows NT Server 4.0 , Untuk Operating Sistem pada Server.

b. Microsoft® Windows 95/98, Untuk Operating Sistem pada Client.

2.6 Contoh aplikasi jaringan komputer :

a. Client C, Client E sedang print document pada printer di Client A

b. Client F sedang print document pada printer di Client B

c. Client A,B,C,D,E,F dapat saling berkomunikasi.

d. Client G mengakses data pada Server dikantor dari rumah tinggalnya.

e. Internet pada Client D sedang aktif, Client A,B,C,E dan F dapat menggunakan fasilitas Internet yang ada pada Client D secara simultan/bersamaan.

f. Modem pada Client D dapat difungsikan sebagai Mesin Fax, Client A,B,C,E,F dapat menggunakan fasilitas tersebut, Menggunakan fasilitas Fax pada modem akan menghemat biaya karena tidak diperlukan pencetakan dokumen pada kertas, melainkan langsung di send ke nomor fax yang akan dituju, dokumen yang anda baca ini adalah salah satu contoh hasilnya.


2.7. Manfaat Jaringan Komputer

Secara umum, jaringan mempunyai beberapa manfaat yang lebih dibandingkan dengan komputer yang berdiri sendiri dan dunia usaha telah pula mengakui bahwa akses ke teknologi informasi modern selalu memiliki keunggulan kompetitif dibandingkan pesaing yang terbatas dalam bidang teknologi.

Jaringan memungkinkan manajemen sumber daya lebih efisien. Misalnya, banyak pengguna dapat saling berbagi printer tunggal dengan kualitas tinggi, dibandingkan memakai printer kualitas rendah di masing-masing meja kerja. Selain itu, lisensi perangkat lunak jaringan dapat lebih murah dibandingkan lisensi stand-alone terpisah untuk jumlah pengguna sama.

Jaringan membantu mempertahankan informasi agar tetap andal dan up-to-date. Sistem penyimpanan data terpusat yang dikelola dengan baik memungkinkan banyak pengguna mengaskses data dari berbagai lokasi yang berbeda, dan membatasi akses ke data sewaktu sedang diproses.

Jaringan membantu mempercepat proses berbagi data (data sharing). Transfer data pada jaringan selalu lebih cepat dibandingkan sarana berbagi data lainnya yang bukan jaringan.

Jaringan memungkinkan kelompok-kerja berkomunikasi dengan lebih efisien. Surat dan penyampaian pesan elektronik merupakan substansi sebagian besar sistem jaringan, disamping sistem penjadwalan, pemantauan proyek, konferensi online dan groupware, dimana semuanya membantu team bekerja lebih produktif.

Jaringan membantu usaha dalam melayani klien mereka secara lebih efektif. Akses jarak-jauh ke data terpusat memungkinkan karyawan dapat melayani klien di lapangan dan klien dapat langsung berkomunikasi dengan pemasok.

Dengan dibangunnya sistem jaringan komputer pada suatu perusahaan akan memberikan keuntungan - keuntungan diantaranya :

1. Dapat saling berbagi (Sharing) penggunaan peralatan yang ada, baik itu harddisk, printer, modem dll, tanpa harus memindahkan peralatan-peralatan tersebut kepada yang membutuhkan. Dengan demikian terjadi peningkatan efesiensi waktu dan biaya pembelian hardware.

2. Dapat saling berbagi (Sharing) penggunaan file atau data yang ada pada server atau pada masing - masing workstation. Dengan demikian untuk mendapatkan suatu informasi tertentu dapat dilakukan dengan cepat. Dalam hal ini terjadi peningkatan efesiensi waktu.

3. Aplikasi dapat dipakai bersama sama (multiuser)

4. Akses ke jaringan memakai nama, password dan pengaturan hak untuk data data rahasia

5. Komunikasi antar pemakai melalui E-Mail atau Lan Conference.

6. Pengontrolan para pemakai ataupun pemakaian data data secara terpusat dan oleh orang orang tertentu

7. Sistem backup yang mudah karena manajemen yang tersentralisasi

8. Tidak tergantung kepada orang yang menyimpan data (apabila orangnya tidak ada) karena penyimpanan data tersentralisasi

9. Data yang selalu up to date karena server senantiasa meng uptodatekan data begitu ada input (Data Entry)

10. Seorang Supervisor / Administrator dapat melakukan pengontrolan pemakai berdasarkan : Waktu akses, Tempat akses, Kapasitas pemakaian harddisk, Mendeteksi pemakai yang tidak berhak, Monitor pekerjaan setiap pemakai.

11. Pada saat ini dengan berkembangnya teknologi software, dimungkinkannya penggunaan Internet secara bersama-sama secara simultan walaupun hanya memiliki satu modem, satu line telpon dan satu account internet

DAFTAR PUSTAKA 

Yuhefizar, ilmukomputer.com
Isfah, Fahmi dkk, Jaringan Komputer: 2006
Purbo, Onno W, Jaringan Komputer                                                                                                              sumber: http://ilmu27.blogspot.com/2012/08/makalah-jaringan-komputer.html