Komando Pasukan Khusus
Komando Pasukan Khusus Tentara Nasional Indonesia |
|
---|---|
Lambang Kopassus |
|
Masa tugas | 16 April 1952 - sekarang |
Negara | Indonesia |
Angkatan | TNI Angkatan Darat |
Tipe unit | Pasukan khusus |
Spesialisasi | Anti-gerilya, operasi pengintaian khusus, peperangan unkonvensional, intelijen, sabotase, Anti-teror |
Jumlah personil | Rahasia |
Bagian dari | Tentara Nasional Indonesia |
Julukan | Kopassus |
Motto | Tribuana Chandraca Satya Dharma |
Warna seragam | Baret merah |
Pertempuran | New Guinea - 1950an Konfrontasi Malaysia-Indonesia - 1963 G30S/PKI Timor Timur - 1975 Woyla |
Komando tempur | |
Komandan Jenderal (Danjen) | Mayor Jenderal TNI Agus Sutomo |
Dalam perjalanan sejarahnya, Kopassus berhasil mengukuhkan keberadaannya sebagai pasukan khusus yang mampu menangani tugas-tugas yang berat. Beberapa operasi yang dilakukan oleh Kopassus diantaranya adalah operasi penumpasan DI/TII, operasi militer PRRI/Permesta, Operasi Trikora, Operasi Dwikora, penumpasan G30S/PKI, Pepera di Irian Barat, Operasi Seroja di Timor Timur, operasi pembebasan sandera di Bandara Don Muang-Thailand (Woyla), Operasi GPK di Aceh, operasi pembebasan sandera di Mapenduma, serta berbagai operasi militer lainnya. Dikarenakan misi dan tugas operasi yang bersifat rahasia, mayoritas dari kegiatan tugas daripada satuan KOPASSUS tidak akan pernah diketahui secara menyeluruh. Contoh operasi KOPASSUS yang pernah dilakukan dan tidak diketahui publik seperti: Penyusupan ke pengungsi Vietnam di pulau Galang untuk membantu pengumpulan informasi untuk di kordinasikan dengan pihak Amerika Serikat (CIA), penyusupan perbatasan Malaysia dan Australia dan operasi patroli jarak jauh (long range recce) di perbatasan Papua nugini.
Prajurit Kopassus dapat mudah dikenali dengan baret merah yang disandangnya, sehingga pasukan ini sering disebut sebagai pasukan baret merah. Kopassus memiliki moto Berani, Benar, Berhasil.
Sejarah Kopassus
Kesko TT III/Siliwangi
Pada tanggal 16 April 1952, Kolonel A.E. Kawilarang mendirikan Kesatuan Komando Tentara Territorium III/Siliwangi (Kesko TT). Ide pembentukan kesatuan komando ini berasal dari pengalamannya menumpas gerakan Republik Maluku Selatan (RMS) di Maluku. Saat itu A.E. Kawilarang bersama Letkol Slamet Riyadi (Brigjen Anumerta) merasa kesulitan menghadapi pasukan komando RMS. A.E. Kawilarang bercita-cita untuk mendirikan pasukan komando yang dapat bergerak tangkas dan cepat.Komandan pertama saat itu adalah Idjon Djanbi. Idjon Djanbi adalah mantan kapten KNIL Belanda kelahiran Kanada, yang memiliki nama asli Kapten Rokus Bernardus Visser. Pada tanggal 9 Februari 1953, Kesko TT dialihkan dari Siliwangi dan langsung berada di bawah Kepala Staf TNI Angkatan Darat (KSAD).
KKAD
Pada tanggal 18 Maret 1953 Mabes ABRI mengambil alih dari komando Siliwangi dan kemudian mengubah namanya menjadi Korps Komando Angkatan Darat (KKAD).RPKAD
Tanggal 25 Juli 1955 organisasi KKAD ditingkatkan menjadi Resimen Pasukan Komando Angkatan Darat (RPKAD), yang tetap dipimpin oleh Mochamad Idjon Djanbi.Tahun 1959 unsur-unsur tempur dipindahkan ke Cijantung, di timur Jakarta. Dan pada tahun 1959 itu pula Kepanjangan RPKAD diubah menjadi Resimen Para Komando Angkatan Darat (RPKAD). Saat itu organisasi militer itu telah dipimpin oleh Mayor Kaharuddin Nasution.
Pada saat operasi penumpasan DI/TII, komandan pertama, Mayor Idjon Djanbi terluka, dan akhirnya digantikan oleh Mayor RE Djailani.
Puspassus AD
Pada tanggal 12 Desember 1966, RPKAD berubah pula menjadi Pusat Pasukan Khusus AD (Puspassus AD). Nama Puspassus AD ini hanya bertahan selama lima tahun. Sebenarnya hingga tahun 1963, RPKAD terdiri dari dua batalyon, yaitu batalyon 1 dan batalyon 2, kesemuanya bermarkas di Jakarta. Ketika, batalyon 1 dikerahkan ke Lumbis dan Long Bawan, saat konfrontasi dengan Malaysia, sedangkan batalyon 2 juga mengalami penderitaan juga di Kuching, Malaysia, maka komandan RPKAD saat itu, Letnan Kolonel Sarwo Edhie -karena kedekatannya dengan Panglima Angkatan Darat, Letnan Jenderal Ahmad Yani, mengusulkan 2 batalyon 'Banteng Raider' bentukan Ahmad Yani ketika memberantas DI/TII di Jawa Tengah di upgrade di Batujajar, Bandung menjadi Batalyon di RPKAD, masing-masing Batalyon 441"Banteng Raider III", Semarang ditahbiskan sebagai Batalyon 3 RPKAD di akhir tahung 1963. Menyusul kemudian Batalyon Lintas Udara 436 "Banteng Raider I", Magelang menjadi Batalyon 2 menggantikan batalyon 2 lama yang kekurangan tenaga di pertengahan 1965. Sedangkan Batalyon 454 "Banteng Raider II" tetap menjadi batalyon di bawah naungan Kodam Diponegoro. Batalyon ini kelak berpetualang di Jakarta dan terlibat tembak menembak dengan Batalyon 1 RPKAD di Hek.Kopassandha
Tanggal 17 Februari 1971, resimen tersebut kemudian diberi nama Komando Pasukan Sandi Yudha (Kopassandha).Dalam operasi di Timor Timur pasukan ini memainkan peran sejak awal. Mereka melakukan operasi khusus guna mendorong integrasi Timtim dengan Indonesia. Pada tanggal 7 Desember 1975, pasukan ini merupakan angkatan utama yang pertama ke Dili. Pasukan ini ditugaskan untuk mengamankan lapangan udara. Sementara Angkatan Laut dan Angkatan Udara mengamankan kota. Semenjak saat itu peran pasukan ini terus berlanjut dan membentuk sebagian dari kekuatan udara yang bergerak (mobile) untuk memburu tokoh Fretilin, Nicolau dos Reis Lobato pada Desember 1978. Prestasi yang melambungkan nama Kopassandha adalah saat melakukan operasi pembebasan sandera yaitu para awak dan penumpang pesawat DC-9 Woyla Garuda Indonesian Airways yang dibajak oleh lima orang yang mengaku berasal dari kelompok ekstremis Islam "Komando Jihad" yang dipimpin Imran bin Muhammad Zein, 28 Maret 1981. Pesawat yang tengah menerbangi rute Palembang-Medan itu sempat didaratkan di Penang, Malaysia dan akhirnya mendarat di Bandara Don Mueang, Bangkok. Di bawah pimpinan Letkol Sintong Panjaitan, pasukan Kopassandha mampu membebaskan seluruh sandera dan menembak mati semua pelaku pembajakan. Korban yang jatuh dari operasi ini adalah Capa (anumerta) Achmad Kirang yang meninggal tertembak pembajak serta pilot Kapten Herman Rante yang juga ditembak oleh pembajak. Imran bin Muhammad Zein ditangkap dalam peristiwa tersebut dan dijatuhi hukuman mati.
Pada tahun 1992 menangkap penerus Lobato, Xanana Gusmao, yang bersembunyi di Dili bersama pendukungnya.
Kopassus
Dengan adanya reorganisasi di tubuh ABRI, sejak tanggal 26 Desember 1986, nama Kopassandha berubah menjadi Komando Pasukan Khusus yang lebih terkenal dengan nama Kopassus hingga kini.ABRI selanjutnya melakukan penataan kembali terhadap grup di kesatuan Kopassus. Sehingga wadah kesatuan dan pendidikan digabungkan menjadi Grup 1, Grup 2, Grup 3/Pusdik Pasuss, serta Detasemen 81.
Sejak tanggal 25 Juni 1996 Kopasuss melakukan reorganisasi dan pengembangan grup dari tiga Grup menjadi lima Grup.
- Grup 1/Parakomando — berlokasi di Serang, Banten
- Grup 2/Parakomando — berlokasi di Kartasura, Jawa Tengah
- Grup 3/Pusat Pendidikan Pasukan Khusus — berlokasi di Batujajar, Jawa Barat
- Grup 4/Sandhi Yudha — berlokasi di Cijantung, Jakarta Timur
- Grup 5/Anti Teror — berlokasi di Cijantung, Jakarta Timur
Struktur Satuan Kopassus
Pasukan Kopassus
Perbedaan struktur dengan satuan infanteri lain
Struktur organisasi Kopassus berbeda dengan satuan infanteri pada umumnya. Meski dari segi korps, para anggota Kopassus pada umumnya berasal dari Korps Infanteri, namun sesuai dengan sifatnya yang khusus, maka Kopassus menciptakan strukturnya sendiri, yang berbeda dengan satuan infanteri lainnya.Kopassus sengaja untuk tidak terikat pada ukuran umum satuan infanteri, hal ini tampak pada satuan mereka yang disebut Grup. Penggunaan istilah Grup bertujuan agar satuan yang dimiliki mereka terhindar dari standar ukuran satuan infanteri pada umumnya (misalnya Brigade). Dengan satuan ini, Kopassus dapat fleksibel dalam menentukan jumlah personel, bisa lebih banyak dari ukuran brigade (sekitar 5000 personel), atau lebih sedikit.
Lima Grup Kopassus
- Grup 1/Para Komando - berlokasi di Serang, Banten
- Grup 2/Para Komando - berlokasi di Kartasura, Jawa Tengah
- Pusat Pendidikan Pasukan Khusus - berlokasi di Batujajar, Jawa Barat
- Grup 3/Sandhi Yudha - berlokasi di Cijantung, Jakarta Timur
- Satuan 81/Penanggulangan Teror - berlokasi di Cijantung, Jakarta Timur
Jumlah personel
Karena Kopassus merupakan pasukan khusus, maka dalam melaksanakan operasi tempur, jumlah personel yang terlibat relatif sedikit, tidak sebanyak jumlah personel infanteri biasa, dengan kata lain tidak menggunakan ukuran konvensional mulai dari peleton hingga batalyon. Kopassus jarang sekali (mungkin tidak pernah) melakukan operasi dengan melibatkan kekuatan satu batalyon sekaligus.Istilah di kesatuan
Karena berbeda dengan satuan pada umumnya, satuan di bawah batalyon bukan disebut kompi, tetapi detasemen, unit atau tim. Kopassus jarang melibatkan personel yang banyak dalam suatu operasi. Supaya tidak terikat dengan ukuran baku pada kompi atau peleton, maka Kopassus perlu memiliki sebutan tersendiri bagi satuannya, agar lebih fleksibel.Pangkat komandan
- Komandan Grup berpangkat Kolonel,
- Komandan Batalyon berpangkat Letnan Kolonel,
- Komandan Detasemen, Tim, Unit, atau Satuan Tugas Khusus, adalah perwira yang pangkatnya disesuaikan dengan beban tugasnya (mulai Letnan sampai Mayor).
TUGAS POKOK
Kopassus bertugas pokok membantu KSAD dalam membina fungsi dan kesiapan operasional pasukan khusus serta menyelenggarakan Operasi Komando, Operasi Sandi Yudha dan Operasi Penanggulangan Teror sesuai perintah Panglima TNI dalam rangka mendukung Tugas Pokok TNI.
Kopassus bertugas pokok membantu KSAD dalam membina fungsi dan kesiapan operasional pasukan khusus serta menyelenggarakan Operasi Komando, Operasi Sandi Yudha dan Operasi Penanggulangan Teror sesuai perintah Panglima TNI dalam rangka mendukung Tugas Pokok TNI.
VISI & MISI
VISI : "Kopassus yang Profesional dan Berwawasan Kebangsaan"
MISI :
a. Melaksanakan Operasi Khusus dalam rangka meneggakan kedaulatan
dan keutuhan Negara serta melindungi segenap Bangsa dan seluruh tumpah
darah Indonesia.
b. Menyelenggarakan pendidikan dan latihan khusus.
c. Melaksanakan tugas-tugas lain yang diberikan dari satuan atas dalam pencapaian tugas pokok satuan.
b. Menyelenggarakan pendidikan dan latihan khusus.
c. Melaksanakan tugas-tugas lain yang diberikan dari satuan atas dalam pencapaian tugas pokok satuan.
Pendidikan
:: PENDIDIKAN KOMANDO ::
Pendidikan Komando di Pusdikpassus Batujajar, Bandung terdiri dari tiga tahap yang seluruhnya dilaksanakan selama tujuh bulan.
Tahap Basis.
Dilaksanakan selama sepuluh mingggu dan merupakan tahap pembentukan.
Materi pelajarannya meliputi antara lain teori dan taktik ketrampilan
dasar komando seperti menembak, tehnik dan taktik bertempur/bantuan
tempur, operasi Raid, perebutan cepat, serangan unit komando, navigasi
darat, bayonet ban, dsb.Pendidikan Komando di Pusdikpassus Batujajar, Bandung terdiri dari tiga tahap yang seluruhnya dilaksanakan selama tujuh bulan.
Tahap Hutan Gunung.
Dilaksanakan dihutan-hutan gunung yang bersuhu cukup dingin di wilayah
Jawa Barat. Materi yang diajarkan meliputi pendaki serbu, pendidikan
perorangan, menembak, navigasi darat, penjejakan dan anti penjejakan,
praktek raid, survival dan patroli jarak jauh. Tahap ini ditutup dengan
melaksanakan Long March dari Batujajar ke Cilacap.
Tahap Rawa Laut.
Selesai melaksanakan tahap hutan gunung para prajurit memasuki tahap
ketiga didaerah rawa dan muara sungai diantara wilayah Jawa Barat dan
Jawa Tengah. Materi latihan meliputi pelajaran praktek pendaratan
menggunakan LCR, navigasi laut, survival laut, pelolosan, renang ponco
di laut dan ketrampilan-ketrampilan lainnya di medan yang sangat
bervariasi, dengan demikian diharapkan mereka nanti mampu beroperasi
dimana saja tanpa tergantung pada situasi dan kondisi medan yang
bagaimanapun sulitnya.
Serangan Fajar yang dilaksanakan
dini hari dalam perebutan pancangan kaki di tepi pantai Permisan Nusa
Kambangan menandai berakhirnya rangkaian pendidikan Komando sebelum
secara resmi mereka dilantik menjadi prajurit Komando oleh Komandan
Jenderal Kopassus.
:: PENDIDIKAN SPESIALISASI ::
Selain melaksanakan aktivitas rutin
di satuan masing-masing, para prajurit dibekali beberapa kemampuan
spesialisasi dasar yang dilaksanakan selama delapan minggu. Dalam
pendidikan ini prajurit diberi kemampuan tambahan yang meliputi keahlian
sebagai Penembak Runduk, Pendaki Serbu, Zeni/Demolisi, Perhubungan,
Peralatan dan Kesehatan.
:: SEKOLAH PERTEMPURAN KHUSUS ::
Untuk menjaga kesiapan sebaik mungkin
menghadapi berbagai bentuk ancaman prajurit Komando dituntut untuk
selalu mampu mengembangkan kemampuannya dengan keahlian-keahlian khusus
baik yang diadopsi dari satuan-satuan elit dunia maupun yang dirancang
atau dikembangkan di Sekolah Pertempuran Khusus Kopassus. Materi yang
diajarkan meliputi Pertempuran Jarak Dekat (PJD), Pertempuran Kota,
Pertempuran Hutan dan kemampuan-kemampuan khusus lainnya yang berhasil
dikembangkan secara intern dilingkungan Kopassus dengan mengantisipasi
bentuk ancaman di masa yang akan datang.
EKSPEDISI NKRI 2013 KORIDOR SULAWESI
"Lestarikan Alam Dalam Rangka Mendukung Pembangunan Berkelanjutan Demi Kesejahteraan Rakyat"
Pendahuluan
Indonesia merupakan negara kepulauan yang menyimpan potensi sumber daya alam yang sangat kaya, unik & endemik. Kekayaan sumber daya alam tersebut sebagian besar terdapat di wilayah daratan Indonesia termasuk di antaranya pegunungan bukit barisan & pulau Kalimantan yang beberapa diantaranya sudah mulai punah & rusak baik karena faktor alam ( bencana ) atau manusia.TNI-AD dengan gagasannya menunjuk Kopassus yang ketiga kalinya untuk merencanakan & melaksanakan ekspedisi, dengan segenap seluruh komponen masyarakat lainnya sebagai bentuk pembinaan teritorial dalam menjaga kelestarian alam, mencari data & menelusuri secara langsung di lapangan segala potensi yang ada di daerah baik di Sumatera maupun di Kalimantan melalui suatu kegiatan “Ekspedisi Bukit Barisan tahun 2011” & Ekspedisi Khatulistiwa 2012” .
Banyaknya manfaat yang positif & tanggapan yang sangat positif dari semua komponen bangsa ekspedisi yang akan datang, dilaksanakan di Sulawesi di beri nama ‘ Ekspedisi NKRI 2013 : Koridor Sulawesi.
Indonesia merupakan negara kepulauan yang menyimpan potensi sumber daya alam yang sangat kaya, unik & endemik. Kekayaan sumber daya alam tersebut sebagian besar terdapat di wilayah daratan Indonesia termasuk di antaranya pegunungan bukit barisan & pulau Kalimantan yang beberapa diantaranya sudah mulai punah & rusak baik karena faktor alam ( bencana ) atau manusia.TNI-AD dengan gagasannya menunjuk Kopassus yang ketiga kalinya untuk merencanakan & melaksanakan ekspedisi, dengan segenap seluruh komponen masyarakat lainnya sebagai bentuk pembinaan teritorial dalam menjaga kelestarian alam, mencari data & menelusuri secara langsung di lapangan segala potensi yang ada di daerah baik di Sumatera maupun di Kalimantan melalui suatu kegiatan “Ekspedisi Bukit Barisan tahun 2011” & Ekspedisi Khatulistiwa 2012” .
Banyaknya manfaat yang positif & tanggapan yang sangat positif dari semua komponen bangsa ekspedisi yang akan datang, dilaksanakan di Sulawesi di beri nama ‘ Ekspedisi NKRI 2013 : Koridor Sulawesi.
Dasar
a. Surat Panglima TNI No B/1677-07/12/07/OPS tgl 15 Mei 2012 tentang saran dimasukannya kegiatan Ekspedisi TNI ke dalam program Kemenkokesra RI.
b. Surat Undangan Menko Kesra Nomor 1081/UND/KMK/DEP.I/X/2012. Tanggal 29 Oktober 2012 tentang penyelenggaraan Seminar Nasional Ekspedisi NKRI Koridor Sulawesi dengan tema “Lestarikan Alam Dalam Rangka Mendukung Pembangunan Berkelanjutan Demi Kesejahteraan Rakyat”. Hasil Pelaksanaan kegiatan Ekspedisi Bukit Barisan 2011 dan Ekspedisi Khatulistiwa 2012.
Tema
"Lestarikan Alam Dalam Rangka Mendukung Pembangunan Berkelanjutan Demi Kesejahteraan Rakyat"
a. Surat Panglima TNI No B/1677-07/12/07/OPS tgl 15 Mei 2012 tentang saran dimasukannya kegiatan Ekspedisi TNI ke dalam program Kemenkokesra RI.
b. Surat Undangan Menko Kesra Nomor 1081/UND/KMK/DEP.I/X/2012. Tanggal 29 Oktober 2012 tentang penyelenggaraan Seminar Nasional Ekspedisi NKRI Koridor Sulawesi dengan tema “Lestarikan Alam Dalam Rangka Mendukung Pembangunan Berkelanjutan Demi Kesejahteraan Rakyat”. Hasil Pelaksanaan kegiatan Ekspedisi Bukit Barisan 2011 dan Ekspedisi Khatulistiwa 2012.
Tema
"Lestarikan Alam Dalam Rangka Mendukung Pembangunan Berkelanjutan Demi Kesejahteraan Rakyat"
Maksud & Tujuan
* Mendata & Meneliti Sgl Potensi Kekayaan Alam Di Hutan, Gunung & Pegunungan, Ralasuntai Serta Pulau Terdepan
Bersama Segenap Komponen Bangsa sebagai sumbangsih TNI,POLRI & Masyarakat Kapad Pemerintah RI dlm rangka meningkatkan kesejahteraan rakyat
* Membangkitkan Kesadaran Teritorial, Sehingga dapat dikelola menjadi keunggulan teritorial
* Memberikan keteladanan kepada masyarakat untuk menjaga kelestarian hutan melalui program " Green, Clean & Healthy"
* Membantu mengatasi kesulitan rakyat
* Mendata & Meneliti Sgl Potensi Kekayaan Alam Di Hutan, Gunung & Pegunungan, Ralasuntai Serta Pulau Terdepan
Bersama Segenap Komponen Bangsa sebagai sumbangsih TNI,POLRI & Masyarakat Kapad Pemerintah RI dlm rangka meningkatkan kesejahteraan rakyat
* Membangkitkan Kesadaran Teritorial, Sehingga dapat dikelola menjadi keunggulan teritorial
* Memberikan keteladanan kepada masyarakat untuk menjaga kelestarian hutan melalui program " Green, Clean & Healthy"
* Membantu mengatasi kesulitan rakyat
Sasaran
* Terdatanya kerusakan lingkungan & dapat menumbuhkan kesadaran masyarakat untuk melakukan REBOISASI & Menjaga KELESTARIAN ALAM
* Terdatanya Flora dan Fauna Yang hampir punah & ditemukannya spesies baru
* Terpetakannya potensi Geologi sehingga dapat diolah dengan baik guna kesejahteraan rakyat serta dapat mengantisipasi kerugian besar akibat bencana yang dihadapi
* Tergalinya Sosial Budaya setempat serta kearifan lokal
* Terjaganya Keutuhan Wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia dengan mewujudkan jiwa persatuan dan kesatuan antara TNI ,Polri dan seluruh komponen Bangsa
*Terwujudnya Rasa Cinta Tanah Air dan terpeliharanya kelestarian alam di Pulau Sulawesi
* Terbantunya kesulitan rakyat dalam hal perumahan, kesehatan, pendidikan dan meningkatnya kesejahteraan rakyat.
* Terdatanya kerusakan lingkungan & dapat menumbuhkan kesadaran masyarakat untuk melakukan REBOISASI & Menjaga KELESTARIAN ALAM
* Terdatanya Flora dan Fauna Yang hampir punah & ditemukannya spesies baru
* Terpetakannya potensi Geologi sehingga dapat diolah dengan baik guna kesejahteraan rakyat serta dapat mengantisipasi kerugian besar akibat bencana yang dihadapi
* Tergalinya Sosial Budaya setempat serta kearifan lokal
* Terjaganya Keutuhan Wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia dengan mewujudkan jiwa persatuan dan kesatuan antara TNI ,Polri dan seluruh komponen Bangsa
*Terwujudnya Rasa Cinta Tanah Air dan terpeliharanya kelestarian alam di Pulau Sulawesi
* Terbantunya kesulitan rakyat dalam hal perumahan, kesehatan, pendidikan dan meningkatnya kesejahteraan rakyat.
Waktu & Tempat
Waktu & Tempat
a. Waktu
a. Waktu
Perencanaan Persiapan Pelaksanaan Pembekalan Pergeseran Tim Aju Pergeseran Pasukan Ekspedisi Pembulatan Pengakhiran Upc. Penutupan Serpas Kembali Evaluasi Penyerahan Buku |
: 5 Oktober s.d 31 Desember 2012 : 3 Januari s.d 20 Februari 2013 : 21 Februari s.d. 4 Juli 2013 : 21 Februari s.d 5 Maret 2013 (Situ Lembang, Bandung) : 2 Maret 2013 : 7 – 9 Maret 2013 : 7 Maret s.d 4 Juli 2013 (4 bulan) : 27 Juni s.d. 4 Juli 2013 : 5 Juli – 15 Juli 2013 : 6 Juli 2013 : 7 – 8 Juli 2013 : 9 – 15 Juli 2013 : 5 Oktober 2013 |
b. Tempat: KODAM VII / Wirabuana
- Korem 131/STG Manado
1) Kab. Kepulauan Sangihe (SULUT)
2) Kab. Minahasa (SULUT)
3) Kab. Bone Bolango (GORONTALO)
- Korem 132/TDL Palu
1) Kab. Sigi (SULTENG)
2) Kab. Luwuk Banggai (SULTENG)
- Korem 142/TT Pare-pare
1) Kab. Mamuju (SULBAR)
2) Kab. Tana Toraja (SULSEL)
- Korem 141/TP Watampone : Kab. Gowa (SULSEL)
Korem 143/HO Kendari : Kab. Kolaka (SULTRA)
Persyaratan
1. Mahasiswa minimal semester 5 dan atau persyaratan yang ditentukan oleh Fakultas masing-masing ( melampirkan transkrip nilai terakhir).
2. Biodata (download).
3. Fotocopy KTP/Kartu Mahasiswa/SIM.
4. Surat Rekomendasi Perguruan Tinggi.
5. Surat Ijin orangtua.
6. Surat Keterangan sehat dari dokter.
7. Surat Pernyataan Ekspedisi (download)
8. Transkrip nilai terakhir.
9. Pas foto close-up ukuran 4X6
Seluruh berkas tersebut, diisi dan dikirimkan melalui pos ke alamat :
Posko Utama Ekspedisi NKRI 2013 Koridor Sulawesi dengan Alamat
Gedung Pramuka Jalan RA. Fadillah No.1 Kopassus Cijantung Jakarta Timur
Kode Pos : 13780
Phone : 021-8406467
Info lebih lanjut hubungi :
Mayor Inf Surnadi
No. Handphone 082113666720
Mayor Inf Ahmad Munir
No. Handphone 081388967295
Agenda Kegiatan :
20 Desember 2012 sd 20 Januari 2013 : Pendaftaran peserta Ekspedisi NKRI 2013 Koridor Sulawesi .
21 s.d 27 Januari 2013 : Seleksi administrasi oleh Para pakar ahli masing-masing bidang.
28 Januari 2013 : Pengumuman bagi peserta yang lulus administrasi.
17 Februari 2013 : laporan peserta yang lulus ke Pusdikpassus Batujajar Bandung Jawa Barat
1. Mahasiswa minimal semester 5 dan atau persyaratan yang ditentukan oleh Fakultas masing-masing ( melampirkan transkrip nilai terakhir).
2. Biodata (download).
3. Fotocopy KTP/Kartu Mahasiswa/SIM.
4. Surat Rekomendasi Perguruan Tinggi.
5. Surat Ijin orangtua.
6. Surat Keterangan sehat dari dokter.
7. Surat Pernyataan Ekspedisi (download)
8. Transkrip nilai terakhir.
9. Pas foto close-up ukuran 4X6
Seluruh berkas tersebut, diisi dan dikirimkan melalui pos ke alamat :
Posko Utama Ekspedisi NKRI 2013 Koridor Sulawesi dengan Alamat
Gedung Pramuka Jalan RA. Fadillah No.1 Kopassus Cijantung Jakarta Timur
Kode Pos : 13780
Phone : 021-8406467
Info lebih lanjut hubungi :
Mayor Inf Surnadi
No. Handphone 082113666720
Mayor Inf Ahmad Munir
No. Handphone 081388967295
Agenda Kegiatan :
20 Desember 2012 sd 20 Januari 2013 : Pendaftaran peserta Ekspedisi NKRI 2013 Koridor Sulawesi .
21 s.d 27 Januari 2013 : Seleksi administrasi oleh Para pakar ahli masing-masing bidang.
28 Januari 2013 : Pengumuman bagi peserta yang lulus administrasi.
17 Februari 2013 : laporan peserta yang lulus ke Pusdikpassus Batujajar Bandung Jawa Barat
Sumber:http://www.kopassus.mil.id
Wikipedia