Cari Disini

Memuat...

INDIKATOR FOREX

Ichimoku Kinko Hyo (selanjunya akan disebut Ichimoku saja), berarti grafik keseimbangan dalam sekilas atau "Equilibrium chart at a glance." Hosada sendiri berusaha membuat indikator ini semenjak perang dunia ke dua dengan melibatkan banyak sekali pelajar-pelajar yang disewanya sebagai pengganti computer yang belum ada pada masa itu.
Meski indikator teknikal ini telah lama ada semenjak tahun awal 70an, kegunaannya baru sampai dikalangan dunia luas pada akhir tahun 1990an. Sebelum masa tersebut Ichimoku dapat dikatakan sebagai indikator khusus yang tidak banyak digunakan seperti lazimny RSI atau bahkan William %R yang notabene muncul belakangan. Baru setelah mulai tersebarnya penggunaan PC dikalangan trader barat, Ichimoku banyak digunakan dan mulai disadari sebagai salah satu indikator teknikal terkomplet yang pernah ada sekaligus akurasinya yang sangat baik.
Inti dari Ichimoku adalah keberadaan awan (cloud) atau yang biasa disebut sebagai "Kumo" dalam bahasa Jepang. Dengan adanya Kumo ini, seorang trader dapat mengetahui dimanakah titik resisten atau support dari pergerakan harga, seberapa tebal sup/res tersebut bahkan bagaimana trend yang terjadi.
Komponen lainnya yang menjadi konfirmator kuat tidaknya sebuah sinyal pergerakan adalah Tenkan Sen, Kijun Sen, dan Chikou Span. Sementara itu kedua garis yang membatasi awan dinamakan biasa sebagai Chikou Span A dan Chikou Span B. Dalam beberapa charting software lain juga sering disebut Up Kumo dan Down Kumo

Seperti telah dijelaskan di atas, Ichimoku terdiri dari beberapa garis dimulai dari Chikou Span hingga Kijun Sen. Perhatikan gambar dibawah ini:
ichimoku1.gif
Gbr 1. Komponen-komponen Ichimoku beserta awan yang dinamakan Kumo.










Berikut ini adalah rumus dasar dari berbagai garis Ichimoku:
Tenkan Sen : (HIGHEST HIGH + LOWEST LOW)/2 Dengan periode standar 9.
Kijun Sen : (HIGHEST HIGH + LOWEST LOW)/2 Dengan periode standar 26
Chikou Span : Harga penutupan harga dan digeser ke belakang sebanyak 26 periode
Senkou Span A : (TENKAN SEN + KIJUN SEN)/2 kemudian di majukan sebanyak 26 periode
Senkou Span B : (HIGHEST HIGH + LOWEST LOW)/2 sebanyak 52 candle terakhir kemudian dimajukan sebanyak 26 periode
Dari rumus di atas kita dapat menyimpulkan bahwa sebenarnya periode dasar dari Ichimoku adalah 9, 26 , 52. Hal ini memang lumrah karena pada dasarnya Ichimoku digunakan menganalisa pergerakan yang cenderung panjang atau long periode. Belum ditemukan informasi hingga saat ini bahwa Ichimoku pun dapat digunakan pada time frame yang lebih pendek seperti layaknya dalam kegiatan day trading atau bahkan scalping. Namun demikian penggantian periode dasar (9, 26, 52) memungkinkan dilakukan.

Seperti telah disebutkan sebelumnya, Ichimoku di desain untuk menjadi indikator yang komplet dalam memprediksi, menentukan, entry maupun exit. Untuk itu Ichimoku pada dasarnya tidak membutuhkan indikator lain untuk digunakan.
Awan pada Ichimoku : Guna adanya awan adalah mengetahui titik resisten atau support (tidak bisa keduanya ditentukan oleh Ichimoku). Bila sebuah harga berada di atas awan Senkou, itu berarti bahwa harga sedang berada dalam trend naik dan awan dibawahnya menjadi area Support dari pergerakan harga. Sebaliknya bila ternyata harga berada dibawah Awan Senkou, maka trend sedang dalam pergeakan turun dan awan di atasnya menjadi area resisten.
Bila ternyata harga berada didalam awan, itu artinya harga sedang memasuki masa struggling dan trend naik atau turun belum diketahui atau bisa juga disebut kondisi Sideways.
ichimoku2.gif
Gbr 2. Harga berada dibawah awan. Trend turun.
ichimoku4.gif
Gbr 3. Harga berada didalam awan. Sideways.

ichimoku3.gif
Gbr 4. Harga berada di atas awan. Trend naik.









Dalam berbagai keadaan, awan (kumo) seringkali berubah-ubah dari sisi ketebalannya. Dalam hal ini kita perlu memahami konsep Sup/ Res menurut Hosoda. Sang pembuat beranggapan bahwa support dan resistance bukanlah sebuah garis semata tetapi cenderung diidentifikasikan sebagai area. Itu sebabnya area Support dan Resistance harga menurut Ichimoku bisa bergerak menebal maupun menipis. Saat awan menebal, maka itu artinya area support/resistance juga menebal. Biasanya ini terjadi pada saat trend sudah mulai melemah dan akan segera berakhir.
Satu lagi keunikan Ichimoku adalah Kumo ditampilkan hingga ke depan melewati harga terakhirnya. Dengan demikian para pengguna Ichimoku dapat meramalkan area Support dan Resistance yang akan terjadi dikemudian harga bahkan saat harga belum terbentuk. Akibatnya seorang trader mendapatkan bayangan apa yang mungkin terjadi beberapa candle ke depan.
ichimoku6.gif
Gbr 5. Kumo mampu ditampilkan di depan harga, memungkinkan Kita mengetahui kisaran Sup/ Res di depan.











Bila dilihat dari bentuk dasarnya maka kita dapat mengetahui bahwa sebenarnya kedua garis ini baik Tenkan dan Kijun Sen memiliki kegunaan sama dengan Moving Average periode 9 dan 26. Namun demikian cara pengeplotannya tidak sama persis dengan MA. Kalau MA diplot dengan cara menjumlahkan semua titik close pada periode yang disepakati lalu dirata-ratakan, garis Tenkan dan Kijun Sen di plot hanya dengan membagi 2 antara titik tertinggi dan terrendah dari harga. Hasilnya adalah garis yang menyerupai Moving Average tetapi memiliki sensitifitas yang lebih tinggi. Bila Anda belum mengetahui apa itu Moving Average (MA), silakan baca pada bagian analisa teknikal.
Karena cara pemakaian Tenkan Send an Kijun Sen sama dengan cara pemakaian MA, maka kedua garis itu berfungsi sebagai Trend indicator seperti layaknya MA. Bila Tenkan Sen berada di atas Kijun Sen maka dikatakan bahwa harga sedang dalam trend naik dan sebaliknya bila Tenkan Sen berada di bawah Kijun Sen maka harga sedang berada dalam kondisi trend turun. Sementara itu perpotongan diantara keduanya adalah tanda peralihan trend dari naik ke turun atau sebaliknya.
Dengan demikian sejauh ini kita memiliki dua buah konfirmasi trend yaitu Tenkan Sen/ Kijun Sen dan posisi harga terhadap awan Senkou. Sementara itu untuk dapat mengetahui titik support dan resistance harga, batasan awan menjadi konfirmatornya.
ichimoku2.gif
Gbr 6. Tenkan Sen berada di bawah Kijun Sen. Trend turun.
ichimoku3.gif
Gbr 7. Tenkan Sen berada di atas Kijun Sen. Trend naik.

Chikou Span sebenarnya adalah hanyalah harga penutupan yang digeser ke kiri sejauh 26 periode. Apabila kita mengganti tampilan harga dari Candlestick menjadi Line Chart maka akan terlihat bahwa Chikou Span sama persis dengan harga.
ichimoku5.gif
Gbr 8. Terlihat Chiko Span sama persis dengan Closing Price hanya saja tertinggal dibelakang.









Chikou Span digunakan untuk memberikan konfirmasi lebih lanjut bagaimana posisi trend yang sedang terjadi. Bila Chikou Span berada di atas dari harga, maka dapat dikatakan sebuah trend naik cenderung kuat dan demikian juga sebaliknya bila Chikou Span berada di bawah dari harga terakhirnya ini berarti trend turun yang lebih kuat.

Kesimpulan
Dengan banyaknya trend confirmatory yang dimiliki oleh Ichimoku, kita dapat mengetahui derajat kuat tidaknya sebuah trend. Berikut kami sarikan berbagai trend yang mungkin terjadi dan bagaimana Ichimoku mengindikasikannya:
ichimokutable.gif












ichimoku7.gif
Gbr 9. Strong Bullish Signal pada area yang di arsir. Harga berada di atas Kumo, Tenkan Sen berad di atas Kijun Send an Chikou Span berada di atas harga.










ichimoku8.gif
Gbr 10. Medium Bullish Signal pada area yang diarsir. Perbedaan terletak pada Kijun Sen dan Tenkan Sen yang berada di dalam Kumo.









ichimoku9.gif
Gbr 11. Weak Bullish Signal pada area yang diarsir. Kumo berada di atas harga.


User Rating: / 22
PoorBest
Bill Williams adalah seorang pakar teknikal/chartis yang mengembangkan konsep ChaosTheory dan efek istimewa yang terjadi di dalam pasar/market. Bill William berpendapat bahwa salah satu tips sukses trading Forex adalah mengetahui bagaimana pergerakan harga investasi, baik forex, komoditi, index, saham, dll secara acak. Apakah Anda mengetahui secara penuh mengenai teknikal atau Fundamental Analisis ? Hal itu tidak berpengaruh banyak terhadap tujuan Anda bertrading yaitu profit dan konsisten. Bill juga mengatakan bahwa banyak trader yang rugi lebih disebabkan karena mereka mengandalkan tipe analisis yang berbeda-beda yang tidak mengena pada market saat ini yang bergerak dinamis non linear.
Lanjutnya, trading adalah sebuah permainan psikologi, harusnya setiap trader atau investor harus menemukan gaya tradingnya masing-masing. Dengan demikian ada dua(2) aspek sebelum memulai Trading : mengenal diri sendiri dan memahami struktur pasar dengan benar. Bill Williams mengatakan bahwa dimensi pasar terdiri dari :
  • Fractal (phase space)
  • Momentum (phase energy) - Awesome Oscillator
  • Acceleration / Deceleration (phase force)
  • Zone (phase energy / force combination)
Tips trading dari Bill adalah SEBELUM ada sinyal dimensi pertama "fractal" muncul, semua sinyal dimensi lain (AO, AC, Zone, BL) belum valid.

Setelah sinyal fractal sudah muncul, maka apabila muncul sinyal dari dimensi lain, lakukan penambahan trade (add on trades) pada arah sinyal fractal. Misal, sinyal fractal sudah terbentuk, maka si trader boleh mengambil atau membuka posisi berdasar sinyal Fractal tersebut. Trader boleh mengambil posisi berdasar sinyal yang terbentuk oleh indikator dimensi lainnya.

Preview Alligator
Untuk menampilkan indikator Alligator, Anda dapat klik pada tanda plus Hijau, kanan no 3 atas. Atau Anda dapat memilih menu Insert, Indicators, pilih Alligator, atau Insert, Indicators, Bill Williams, Alligator.
audusd---alligator.jpg
Parameter default dari Alligator & Why.
Parameter default dari Alligator adalah 13/8/5. Anda juga dapat menggunakan parameter 8/5/3 sebagai perbandingan. Kami melihat bahwa parameter 8/5/3 lebih tajam ketimbang 13/8/5.
Berikut adalah rumus dari indikator teknikal : Alligator.
Alligator's Jaw (the blue line) atau Rahang Alligator (yang ditunjukan oleh garis biru) adalah indikator Simple Moving Average periode 13 pada nilai midian (High+Low)/2 yang menunjukan prediksi harga sebanyak 8 batang di masa depan.
Alligator's Teeth (the red line) atau gigi Alligator (yang ditunjukan oleh garis merah) adalah indikator Simple Moving Average periode 8 pada nilai midian (High+Low)/2 yang menunjukan prediksi harga sebanyak 5 batang di masa depan.
Alligator's Lips (the green line) atau bibir Alligator (yang ditunjukan oleh garis merah) adalah indikator Simple Moving Average periode 5 pada nilai midian (High+Low)/2 yang menunjukan prediksi harga sebanyak 2 batang di masa depan.
Penggunaan indikator Alligator adalah untuk menentukan Trend bergerak Naik atau Turun. Sesuai dengan penjelasan Rahang, Gigi dan Bibir berurutan dan mengarah ke atas tanpa ada yang bersilangan maka Trend Naik, begitu pula sebaliknya. Intinya trend jangka pendek (periode 5) searah dengan trend jangka menengah (periode 8) dan juga searah dengan trend jangka panjang (periode 13).
Jadi sekali lagi garis masing-masing trend harus berurutan dan tidak bersilangan, sehingga membentuk seperti mulut buaya, entah ke atas (uptrend) atau ke bawah (downtrend).
Perbandingan Alligator dengan Moving Average
Secara umum pergerakan Alligator sama dengan pergerakan Moving Average. Berikut kami tampilkan Moving Average periode 10 & 20.
audusd---sma.jpg
Penjelasan tentang Moving Average dapat Anda jumpai pada link ini :
http://belajarforex.com/walking-lamb/6.-moving-average-ma.html

Alligator dengan Stokastic Oscillator
Alligator dapat dikombinasikan dengan Stokastic Oscillator. Fungsinya adalah kita dapat mengetahui sampai sejauh mana harga bergerak.
audusd---alligator-and-stok.jpg


pola_zig_zagHalo Saudara, saat ini kita akan mempelajari tentang indikator zig zag. Pernahkan Anda berjalan atau berlari secara zig zag ? Agak pusing atau membingungkan bukan.
Atau, apakah Anda membawa kendaraan dijalan secara zig zag ? Anda akan diprotes oleh kendaraan lain jika acapkali atau sering melakukannya. Dalam berjalan atau berkendaraan, pola zig zag memang bisa membahayakan pengguna jalan lain.

Didalam trading forex, Anda bisa menggabungkan indikator zigzag dengan indikator moving average untuk mendapat profit dalam trading. Disarankan agar Anda menggunakan metatrader untuk menampilkan indikator tersebut.
Berikut adalah panduan seting untuk indikator zig zag & moving average.
1. Buka metatrader Anda.
2. Pastikan metatrader Anda sudah aktif & online.
3. Buka timeframe Daily (D1)
4. Untuk setting Zigzag : buka menu insert, indicators, custom, lalu pilih zig zag.
Karena kita memang mengambil default dari metatrader, maka kita tinggal klik ok. Jika Anda ingin mengganti warna dan ketebalan garis juga diperbolehkan, silahkan klik Colors.
Zig Zag menunjukkan tren kinerja masa lalu dan hanya perubahan yang paling penting. Indikator ini menyaring semua perubahan kurang dari jumlah tertentu. Zig Zag dapat membantu Anda melihat perubahan dengan menyorot pembalikan yang paling penting. Dalam segmen terakhir dalam Zig Zag dapat berubah berdasarkan perubahan plot dasar.
Tanpa moving average atau indikator trend lainnya, jangan coba-coba bertrading hanya dengan zig zag.
Parameter_Zig_Zag
5. Untuk setting Moving Average : buka menu insert, indicators, trend, lalu pilih Moving Average. Pilih period :2, lalu klik Ok.
Ulangi lagi prosesnya, untuk mendapat moving average period 4, bedakan warnanya dari moving average 2.
Sekali lagi, ulangi prosesnya untuk menampilkan indikator moving average 30.

Parameter_Moving_Average Tampak penggabungan indikator zig zag & moving average adalah sbb:
eurusd
Testimoni untuk kedua indikator itu adalah sbb :
Jika Zig Zag sudah menghubungkan ujung harga dari atas ke bawah ataupun sebaliknya maka terdapat perubahan trend jika moving average 2 sudah crossing / melewati moving average 4. Jika moving average 2 cross moving average 4 dari bawah keatas, dan sudah ada koneksi zig zag, maka Anda dapat melakukan open Buy.
Sebaliknya jika moving average 2 sudah cross moving average 4 dari atas ke bawah maka Anda dapat melakukan open Sell, apalagi zig zag sudah membuat koneksi.
Jika moving average 2 sudah cross moving average 4 dan dalam beberapa hari kemudian sudah cross moving average 30 maka akan ada trend kenaikan atau penurunan harga yang cukup besar. Target dalam 1 hari dengan menggunakan indikator ini adalah 20 - 100 poin.

Sebagai indikator tambahan, gunakan saja Bolinger Bands, Stokastik Oscilator/RSI/MACD.
Dalam mempelajari Forex Trading khususnya indicator teknikal, kita memerlukan indicator untuk mengetahui trend dalam Forex Trading. Linear Regression dapat membantu Anda untuk memahami trend dengan sebuah kurva yang mengikuti perkembangan harga. Konsepnya adalah sama ketika kita menggunakan Moving Average (MA) periode 1.
Tentang Penemu
gilbert-raff.jpg Linear Regression adalah sebuah data statistik yang memprediksikan harga ke depan dari data masa lalu, dan biasanya digunakan saat harga mengalami kenaikan atau penurunan yang signifikan. Dalam sejarah matematika Regresi Linear dikembangkan pertama kali oleh Gauss yang seorang ahli matematika pada tahun 1809. Lalu Gilbert Raff menggunakan prinsip ini untuk bertrading saham pertama kali. Konsep yang dipakai untuk menghitung inflasi harga kebutuhan harga pokok, ternyata dapat diterapkan untuk mengukur trend harga berdasarkan grafik. Gilbert Raff mengatakan bahwa ia menggunakan Regression Channel untuk menghitung secara akurat pergerakan harga saham, obligasi, reksadana dan komoditi.
Formula/Rumus dari Linear Regression adalah sbb :
rumus1.jpg


rumus2.jpg
rumus3.jpg
rumus4.jpg
Atau :
x : Periode waktu saat ini.
n : Jumlah periode waktu

Ya, dalam perhitungan sederhana LR tersebut, Raff mengubahnya dalam bentuk hubungan dengan harga yaitu :
LR = SmoothPrice = MA(PRICE, Z)
Price : Harga saat ini.
Z : MA periode 1
Ket : MA : Moving Average

Fungsi
Regresi Linear merupakan sebuah indikator teknikal untuk mengukur trend berdasarkan metode statistik. Bentuk parabola yang dihasilkan mirip dengan Moving Average dan metode yang digunakan juga serupa.

linear_regresi.jpg
Tampak pada contoh gambar di atas, grafik AUDUSD time frame 1 jam. Sudah ditambahkan juga indikator Linear Regresion. Terlihat memang mirip dengan MA. Kita dapat mengambil posisi baru saat terlihat LR menembus harga.
Metode yang digunakan dalam Regresi Linear adalah :
1. Pergerakan indikator menunjukan trend naik (bullish) atau turun ( bearish).
2. Jika menembus harga maka akan terbentuk sebuah trend baru.

Jika trend harga naik atau turun, sudut regresi linear juga akan memperlihatkan basis naik atau turun juga. Saat harga naik atau turun kita bisa mengharapkan hasil yang lebih tinggi lagi dari indikator ini. Regresi Linear adalah sebuah model hubungan antara dua variabel dengan persamaan linear. Sebagai contoh persamaan berat badan dan tinggi seorang manusia.
Dengan demikian fungsinya sama dengan Moving Average, tetapi perhitungannya dengan menggunakan metode statistik. Setiap poin yang digambarkan indikator regresi linear akan meninggalkan jejak yang digambarkan secara keseluruhan dalam bentuk kurva. Indikator ini berguna untuk :
1. Memprediksi harga dimasa depan berdasarkan harga pada saat ini.
2. Menentukan trend harga. Ini mudah diterapkan dimana saat LR menembus harga dari bawah keatas maka akan terjadi bullish pattern (trend naik).
3. Penentu Support & Ressistence. Titik-titik yang kami sebutkan sebagai New Trend pada grafik sebelumnya tadi adalah dapat digambarkan sebagai titik Suppot (batas bawah pergerakan harga) dan juga Ressisten (batas atas pergerakan harga). Dalam Forex Trading kita dapat mengukur korelasi antara Harga (Y) dan waktu (X).

Kelebihan
Indikator ini sangat mudah digunakan untuk mengukur trend harga. Dengan bantuan sebuah garis MA 1 maka kita dapat menyimpulkan bahwa jika garis LR menembus harga maka akan terbentuk trend baru.

Kekurangan
Sifat indicator ini adalah Lagging atau terlambat artinya jika indicator ini dipakai sendiri maka kita tidak mengetahui kapan harga akan berhenti naik atau turun. Sebaiknya Anda menambahkan indicator oscillator seperti RSI atau Stokastik untuk mengantisipasi hal tersebut.

Belajarforex Says
Indikator ini dapat Anda temukan pada web Netdania. Fungsinya hampir sama seperti MA periode 1. Indikator ini adalah deskripsi dari konsep sederhana analisa teknikal pengukur trend
Average True Range dikembangkan oleh J. Welles Wilder dan pertama kali diperkenalkan pada bukunya, New Concepts in Technical Trading Systems (1978). Average True Range atau biasa disingkat ATR mengukur tingkat volatilitas sebuah chart. Dengan kata lain, indikator ini berguna sebagai pertanda terjadinya sebuah pergantian trend. Walaupun indikator ini disebut-sebut sebagai indikator yang cukup powerful, namun arah pergerakan dan durasi tidak dapat diprediksi dengan indikator ini.FORMULA:
Average True Range merupakan rata-rata dari sejumlah True Range.
ATR periode 1 berarti True Range pada periode tersebut.
ATR periode 14 berarti rata-rata 14 True Range periode terakhir.
Begitu juga dengan periode 3, 4, 5, dst..

Nilai dari True Range sendiri adalah NILAI TERBESAR dari 3 nilai berikut ini:A. Selisih dari harga tertinggi (high) dan terendah (low) saat iniB. Selisih dari harga tertinggi (high) saat ini dengan harga penutupan sebelumnya (previous close)C. Selisih dari harga terendah (low) saat ini dengan harga penutupan sebelumnya (previous close).Perhatikan ilustrasi berikut ini:

tr.gif
Gambar 1 Tampilan Ilustrasi Perhitungan TR

Berikut adalah ATR dengan periode 14 (grafik bawah) dan ATR dengan periode 1 (grafik tengah)
atrganda.gif
Gambar 2 Tamilan ATR Periode 1 & 14

Periode panjang vs Periode pendek?Sampai di sini saya harap Anda sudah mendapat gambaran yang lebih jelas perihal cara mendapatkan nilai-nilai ATR. Selajutnya, seperti gambar di atas, apa perbedaan ATR periode panjang (diwakilkan oleh periode 14) dengan periode pendek (diwakilkan oleh periode 1).
Karena nilai dari ATR berdasar pada konsep rata-rata, hal ini berdampak apabila periodenya semakin pendek maka sensitifitasnya akan semakin tinggi pula. Perhatikan gambar di atas! Pada saat harga jatuh cukup drastis, periode 1 langsung melonjak sangat curam ke atas sedangkan periode 14 lebih landai.
Intinya, periode pendek dapat membaca perubahan trend dengan lebih cepat, tetapi hal ini dapat memberi efek yang negatif juga. Karena sangat sensitifnya terhadap perubahan harga, periode pendek dapat memberi sinyal yang salah.
Periode panjang terbalik dengan yang periode pendek. Sensitifitasnya sangat lambat yang dapat berakibat pada terlambatnya proses buka dan tutup posisi. Namun, di lain pihak sinyal yang diberikannya lebih akurat.Bagaimana sampai di sini? Masih bingung. Silahkan lanjutkan ke sisi praktis berikut. Pada contoh berikut saya akan menggunakan periode 1 agar Anda dapat lebih mudah mengerti dasar penggunaan ATR

atrtunggal.gif
Gambar 3 Tampilan ATR Periode 3

Ada 3 kondisi yang masing-masing telah ditandai dengan angka:
1. Apabila grafik ATR berada pada bagian atas seperti pada kondisi 1. hal ini berarti telah terjadi perubahan harga yang sangat drastis (tanpa peduli trend naik atau trend turun).
2. Apabila grafik ATR berada pada bagian tengah seperti pada kondisi 2. hal ini berarti telah terjadi perubahan harga yang tergolong medium.
3. Apabila grafik ATR berada pada bagian bawah seperti pada kondisi 3. Hal ini berarti harga sedang dalam kondisi sideways (tidak terjadi perubahan trend).Kelemahan:Karena fungsinya yang hanya sebagai penanda perubahan harga, kelemahannya yang paling utama adalah tidak memberikan informasi apakah yang terjadi trend naik dan trend turun. Indikator ini juga tergolong dalam lagging indikator (pengikut). Oleh karena itu, indikator ini sulit dijadikan alat prediksi.Belajarforex says:Karena ATR hanya berfungsi sebagai penanda perubahan harga (tidak bisa mengetahui apakah trend naik atau trend turun yang terjadi) dan merupakan lagging indikator (indikator pengikut), indikator ini perlu dilengkapi dengan indikator lain seperti stochastic oscillator yang berfungsi sebagai leading indikator(lebih bisa memprediksi harga ke depan) dan mampu memprediksi trend yang akan terjadi.

Commodity Channel Index atau lebih sering disebut dengan CCI, pertama kali diperkenalkan oleh Donald Lambert pada sebuah artikel yang dipublikasikan pada tahun 1980. Lambert pada dasarnya adalah trader komoditi.Pada awalnya indikator ini digunakan untuk mengetahui daerah jenuh beli dan jenuh jual pada pasar komoditi. Namun seiring berkembangnya waktu, indikator ini pun dipergunakan pada pasar finansial lainnya, termasuk forex.FORMULA :
formula.gif
TP = (High + Low + Close) / 3D = TP – SMA(TP,N)SMA = Simple Moving AverageN = PeriodeTidak semua platform menyediakan indikator CCI. Meta Trader 4 merupakan salah satu platform yang menyediakan indikator ini

cci2.gif
Gambar 1 Tampilan CCI & Grafik EUR/USD

Grafik di sebelah bawah merupakan grafik CCI. Seperti kita lihat bersama, pada indikator CCI terdapat 3 area, yaitu:1. DAERAH JENUH BELI (di atas 100)Pada saat grafik berada di daerah jenuh beli (di atas 100) merupakan saat yang tepat untuk melakukan aksi SELL / JUAL. Hal ini didasarkan karena harga tersebut tidak akan bergerak lebih tinggi lagi. Sehingga pergerakan harga akan lebih pasti, yaitu bergerak ke bawah.
2. DAERAH JENUH JUAL (di bawah -100)Pada saat grafik berada di daerah jenuh jual (di bawah -100) merupakan saat yang tepat untuk melakukan aksi BUY / BELI. Hal ini didasarkan karena harga tersebut tidak akan bergerak lebih rendah lagi. Sehingga pergerakan harga akan lebih pasti, yaitu bergerak ke atas.
3. DAERAH TENGAH (di antara 100 dan -100).Daerah tengah merupakan waktu yang TIDAK TEPAT untuk melakukan buka posisi. Hal ini dikarenakan karena kita akan lebih sulit memprediksi harga akan NAIK atau TURUN.
Stochastic Oscillator, RSI, dan CCI?3 poin di atas merupakan keyword dari cara penggunaan CCI pada saat Anda bertrading. Namun, pertanyaannya sekarang apa yang membedakan antara Stochastic Oscillator, RSI, dan CCI. Seperti yang kita ketahui ketiga indikator ini memiliki fungsi yang sama, yaitu menentukan batas daerah jenuh jual dan jenuh beli. Walaupun terkadang, dalam penggunaannya RSI, CCI, dan Stochastic Oscillator tidak selalu sejalan. Maksudnya adalah ada waktu dimana RSI bisa saja berada pada daerah normal (bukan jenuh beli dan jenuh jual) tetapi CCI memberi sinyal harga sedang berada di daerah jenuh beli. Dari segi fungsi dan penggunaan, RSI, CCI, dan Stochastic Oscillator tidak ada perbedaan. Hanya saja yang selama ini lebih dikenal adalah RSI dan Stochastic Oscillator.Kelemahan CCI?Seperti terlihat di DAERAH TENGAH yang ditandai dengan bulatan berwarna biru. Nah, apa yang terjadi? Ternyata setelah harga naik sedikit saja dari daerah jenuh jual ke daerah tengah, harga kembali turun ke daerah jenuh jual. Hal ini mengisyaratkan bahwa indikator ini juga tidak memberikan kepastian 100%.Belajarforex says:Untuk dapat menghasilkan sistem trading yang maksimum, kami sarankan untuk menggunakan minimal 2 indikator yang berfungsi untuk mendeteksi daerah jenuh beli dan jenuh jual. Misalkan CCI dan Stocastic Oscilator. Lalu kita mengambil tindakan OPEN BUY pada saat kedua indikator tersebut berada di daerah JENUH JUAL. Lalu kita mengambil tindakan OPEN SELL pada saat kedua indikator tersebut berada di daerah JENUH BELI. Apabila kedua indakator tersebut saling berlawanan dalam memberi sinyal, sebaiknya Anda wait and see saja.


Selamat mencoba.

Belajarforex.com