Cari Disini

ANALISA FUNDAMENTAL FOREX


Secara garis besar, analisa pada forex trading terdiri dari dua bagian yaitu  analisa teknikal dan  analisa fundamental. Analisa teknikal mendasarkan analisanya dengan perhitungan matematis (biasanya mengugnakan data statistik) dan menggunakan grafik (chart - itu sebabnya pelaku analisa teknikal biasa disebut  chartist) sebagai senjata utamanya.

Analisa fundamental mengambil pendekatan yang berbeda. Dasar yang digunakan adalah berita atau pun rumor yang beredar di pasar.

Seperti kita ketahui bersama, bursa finansial seperti saham dan pasar uang sangat sensitif dengan berita yang sedang beredar di market. Demikianlah yang terjadi pada pasar forex trading. Bahkan dapat dikatakan kini bahwa yang menggerakan nilai tukar mata uang adalah justru berita itu sendiri. Dengan kata lain berita adalah penggerak emosi market yang mengakibatkan berubahnya titik keseimbangan pada nilai tukar mata uang.

Jika Anda seorang awam, mungkin kita tidak terlalu peduli dengan kenaikan tingkat  suku bunga US misalnya. Tetapi tidak bagi seorang trader. Kenaikan suku bunga  Bank Sentral oleh The Fed (bank sentralnya US) dapat berarti menguatnya Dollar Amerika hingga ratusan point yang berarti disanalah uang dapat diperoleh. Atau sebaliknya, kerugian dapat terjadi jika tindakan yang diambil tidak sesuai dengan pasar.

Itu sebabnya news/berita sangat berpengaruh terhadap portfolio investasi seorang forex trader. Jika Anda hendak menjadi seorang trader handal, maka kini saatnya Anda juga mempelajari analisa fundamental.

Contoh kenaikan suku bunga diatas hanyalah salah satu contoh dari berita fundamental yang biasa di release tiap-tiap harinya. Nah, mengapa kenaikan suku bunga bisa berarti penguatan nilai tukar mata uang dan apa pengaruhnya pada investasi saya, itulah yang harus Anda pelajari.

Ada alur logis dan hukum-hukum ekonomi yang berlaku disini (meski kadang tidak 100% berlaku - kenyataanya analisa fundamental berkaitan bukan saja dengan pemikiran logis dari kebijakan moneter atau berita yang keluar tetapi juga bagaimana pasar bereaksi terhadap berita tersebut alias psikologi pasar).

Sumber, Jenis, dan Faktor Penentu dalam Analisa Fundamental
Berita-berita yang dikeluarkan dapat berupa berbagai hasil survey, kebijakan moneter sampai bahkan kejadian yang bersifat insidental seperti terorisme. Informasi tersebut dapat diperoleh/dikeluarkan melalui:
  • Instansi Resmi/Pemerintah
  • Media cetak/elektronik (TV, website, koran, dsb)
  • Perorangan
Ada lebih dari 50 berita yang dapat mempengaruhi pergerakan mata uang. Dari ke 50 berita tersebut, efek yang ditimbulkan cukup jelas yaitu naik atau turun terhadap mata uang negara yang bersangkutan. Berita fundamental yang bersifat positif pada negara yang mengeluarkan berarti mata uang negara yang bersangkutan akan menguat dan sebaliknya mata uang pasangannya akan melemah.

Sebagai contoh misalnya pada mata uang GBP/USD, jika pihak US yang menaikkan tingkat suku bunganya (lagi-lagi saya ambil contoh yaitu suku bunga) maka nilai tukar Dollar akan menguat terhadap Poundsterling. Dan itu artinya Pund melemah terhadap Dollar karena berita yang di release oleh US bersifat positif terhadap mata uangnya.

Untuk jenis beritanya, ada beberapa jenis berita jika dilihat dari bidangnya:
  • Ekonomi
  • Politik
  • Keamanan (global, regional, negara)

Penentu dalam melakukan analisa fundamental:
  • Kecepatan memperoleh informasi
  • Sumber informasi
  • Pengolahan informasi & forecasting (ramalan)
Nah, diakhir dari bahasan singkat ini, kami cantumkan beberapa berita fundamental dan kaitannya dengan pergerakan mata uang. Harap dicatat bahwa setiap negara mengeluarkan beritanya sendiri-sendiri, kali ini diasumsikan bahwa negara yang me releasenya adalah Amerika Serikat.

Beberapa Data Ekonomi dan Pengaruhnya Terhadap Dollar AS

No. Economic Indicator Naik / Turun US$
1 Average Earning Naik Menguat
2   Balance of Payment Naik Menguat
3 Budget  Deficit Turun Menguat
4 Business Inventories Naik Menguat
5 Capacity Utilization Naik Menguat
6 Car Sales Naik Menguat
7 Chicago PMI (Purchasing Management Index) Naik Menguat
8 Constuction Spending Naik Menguat
9 Consumer Confidence Index (CCI) Naik Menguat
10 Consumer Credit (CI) Naik Menguat
11 Consumer Price Index (CPI) Naik Menguat
12 Consumer Spending (Expenditure) Naik Menguat
13 Cost of Living Naik Menguat
14 Current Acount Naik Menguat
15 Corporate Profit Naik Menguat
16 Deflasi Naik Menguat
17 Discount Rate Naik Menguat
18 Durabel Goods Orders Naik Menguat
19 Econimic Monetary System (EMS) Naik Menguat
20 Factory Orders Naik Menguat
21 Federal Budget Naik Menguat
22 Federal Reserve Fund Naik Menguat
23 Gross Domestic Product (GDP) Naik Menguat
24  Gross National Product (GNP) Naik Menguat
25 Housing Start Naik Menguat
26 Industrial Productions Naik Menguat
27 Invisible Trade Naik Menguat
28 Jobless Claims Turun Menguat
29  Leading Indicator Naik Menguat
30 Money Supply (M1, M2, M3, M4) Naik Menguat
31 National Association Naik Menguat
32 (NAPM) Naik Menguat
33 Non Farm Payrolls Naik Menguat
34 Personal Expenditure Naik Menguat
35 Personal Income Turun Menguat
36 Prime Rate Naik Menguat
37 Product Price Index (PPI) Naik Menguat
38 Public Sector Debt Repayment Naik Menguat
39 Retail Sales Naik Menguat
40 Trade Balance Naik Menguat
41 Trade Devicit Turun Menguat
42 Trade Weighted Index Naik Menguat
43 Unemployment Rate Turun Menguat
44 Unit Labour Cost Naik Menguat
45 Value Added Tax Naik Menguat
46 Visible Trade Naik Menguat


Nah jika Anda seorang awam, ke 46 istilah diatas tentunya asing bagi Anda. Jangan khawatir. Belajar Forex telah menyediakan berbagai artikel yang membahas ke 46 berita diatas. Artikel akan di update dari waktu ke waktu untuk memperlengkapi Anda dengan kemampuan analisa fundamental.
Kelebihan dan Kekurangan

Kelebihan

  • Mudah
  • Dapat menentukan harga secara global
  • Penentu trend jangka panjang (long term)
  • Pada kasus tertentu efektif untuk short term trading

Kekurangan

  • Tidak bisa menentukan secara eksak
  • Memakan banyak waktu dalam mencari sumber berita
  • Subyektif, terlalu banyak asumsi yang dipakai
Kebanyakan trader pemula menganggap  analisa fundamental bukanlah sebuah instrumen analisa yang layak dipelajari dikarenakan sifatnya yang “hanya” berita dan tidak eksak seperti  analisa teknikal. Kebalikan dari pendapat tersebut, ada juga beberapa trader yang menggunakan analisa fundamental dalam day tradingnya namun tidak menempatkannya secara proporsional sehingga sering kali mengalami kegagalan dalam mempelajari analisa forex atau bahkan dalam real trading mereka.
Artikel ini tidak ditujukan untuk menggurui atau pun mencoba untuk mengubah gaya trading Anda. Artikel ini bertujuan hanya untuk memperkaya pengetahuan Anda entahkah Anda seorang newbie dalam dunia forex, trader pemula, atau bahkan seorang trader kawakan.
Kali ini kita akan mencoba mengupas pertanyaan diatas terutama kelebihan dan kekurangan analisa fundamental. Mengapa analisa fundamental diperlukan? Jika diperlukan, seberapa jauh instrumen fundamental harus digunakan dalam bertrading? Apa ukurannya?
Nah pertanyaan seperti inilah yang akan kita bahas bersama. Sekali lagi, adalah tidak mungkin untuk menjelaskan analisa fundamental hanya dalam satu artikel saja. Apalagi jika harus mengubah cara bertrading seseorang. Satu hal yang diharapkan dari artikel ini adalah untuk memperkaya pengetahuan Anda dalam bertrading dan mempersiapkan seorang trader pemula (rookie trader) dalam memulai real tradingnya
Hal Terpenting mengenai Analisa Fundamental adalah merupakan : PENGGERAK HARGA!
Pertama kali saya mempelajari analisa dalam dunia forex trading, saya sangat tertarik dengan tampilan grafik pergerakan naik turun yang ditampilkan dalam candlestick. Itulah sebabnya saya mulai mempelajari analisa teknikal secara komprehensif bahkan cenderung mengagungkannya dan merasa cukup dengan analisa teknikal.
Saya berkenalan dengan moving average. Saya terpesona dengan caranya untuk memprediksi trend dalam sebuah pergerakan mata uang. Lalu saya mulai mempelajari indikator teknikal lainnya. Well, saya merasa cukup waktu itu. Lalu saya memulainya dalam sebuah trading (untungnya tidak dalam real trading!). Dan yang terjadi adalah saya mengalami kerugian besar-besaran.
Tentu saja saya tidak terpukul dengan apa yang terjadi dengan account saya. Ya tentu saja karena itu adalah sebuah demo account Cool. Namun kejadian itu meruntuhkan rasa percaya diri saya terhadap apa yang telah saya pelajari pada waktu itu (mungkin ada beberapa dari saudara pun juga mengalami hal yang sama).
Di kepala saya muncul sebuah pertanyaan sederhana: Mengapa analisa teknikal saya tidak akurat? Well, saya telah menggunakan Moving Average dengan benar. Saya juga sudah menambahkan beberapa indikator lainnya yang saya ketahui waktu itu termasuk indikator untuk mengetahui kondisi jenuh beli dan jenuh jual seperti RSI atau Stochastic Oscillator. Tetapi meskipun semua indikator teknikal saya telah menunjukkan arah yang sama, mengapa justru yang terjadi pada harga malah sebaliknya?
Darisanalah saya mencari tahu penyebab harga dapat bergerak berlawanan dengan kondisi teknikal yang terjadi waktu itu. Dan, saya menemukan jawabannya ada pada yang disebut: economic events. Bahasa sederhananya adalah berita. Betul, berita. Meskipun ketika itu, semua indikator teknikal menunjukkan grafik bergerak naik, yang terjadi adalah harga malah terus bergerak turun melanjutkan apa yang telah terjadi. Dan semuanya itu disebabkan oleh berita dari negara yang bersangkutan.
Hal inilah yang perlu Anda ketahui. Mungkin banyak yang tahu tapi sedikit yang sadar. Berita adalah penggerak dalam sebuah pasar uang. Itu sebabnya analisa fundamental ada!
Biarpun hasil statistik dari analisa teknikal menunjukkan harga seharusnya naik ditinjau dari berbagai indikator yang ada, namun kalau memang berita yang ada justru mengacu pada harga bergerak turun, tidak ada satu pun pihak yang sanggup membantahnya. Ini disebabkan para trader pun berpandangan yang sama: sebuah berita fundamental (entah itu hasil survey, entah itu kebijakan moneter, atau sekedar isu belaka) menentukan apakah eknomi negara yang bersangkutan dalam keadaan sehat atau tidak.
Sahabat saya bahkan berkesimpulan sederhana: fundamental lebih kuat dari teknikal. Pernyataan yang tidak bisa dibantah (meskipun jika Anda adalah seorang fundamentalis ekstrim, Anda juga harus mengetahui bahwa teknikal lebih cepat dan obyektif).
Itulah sebabnya analisa fundamental penting bagi seorang trader. Anda tidak dapat melakukan sebuah aksi jual besar-besaran hanya karena grafik dan instrumen analisanya menunjukkan trend turun namun sementara itu negara yang bersangkutan sedang menaikkan suku bunganya dan mata uang lawan sedang dalam keadaan lemah!
Ingat, sebuah grafik tetaplah sebuah grafik! Kebanyakan indikator menggunakan data sebelumnya untuk memprediksi arah di depan. Dalam banyak keadaan, ini berlaku. Namun tidak jika sebuah berita besar muncul di pasar. Berita-berita seperti Non Farm Payroll, Interest Decission atau CPI excl Food terlalu berbahaya untuk Anda lewatkan jika Anda bertrading dengan dana terbatas dan hanya mengandalkan instrumen analisa teknikal.
Jadi, masukkan ini dalam referensi Anda: Berita adalah penggerak harga.
Belum Selesai!
Nah jika Anda sudah memahaminya, mungkin kini Anda tertarik untuk mempelajari mengenai analisa fundamental khususnya dengan berbagai indikator ekonomi yang ada. Sedikit quiz sederhana, apakah Anda mengetahui apa itu Consumer Price Index, Interest Rate dan juga Purchasing Manager’s Index?
Hmm… jika belum, ini saatnya Anda mulai membaca artikel fundamental di website ini.
Lalu apakah sampai disini saja? Pada awal artikel tadi sudah saya singgung bahwa beberapa trader beranggapan justru sebaliknya. Mereka berpandangan karena berita ekonomi adalah pembentuk harga, maka cukuplah hal itu yang dipantau dan teknikal bisa dilupakan.
Sebuah kesalahan fatal bagi seorang day trader.
Betul, berita ekonomi adalah pembentuk kecenderungan harga. Dan benar Anda dapat menganalisa berita yang akan muncul lalu meramalkannya bagaimana pasar bereaksi terhadap berita tersebut.
Namun sayangnya tidak sesederhana itu.
Bicara mengenai berita ekonomi dan bagaimana pasar bereaksi terhadap berita bukanlah bicara mengenai benar dan salah atau bicara mengenai logika yang seharusnya terjadi.
Itu adalah mengenai psikologi pasar. Mengenai psikologi jutaan orang di dunia ini. Yang perlu Anda pahami adalah bahwa pasar tidak peduli dengan buku ekonomi yang Anda baca atau kecenderungan yang ada selama ini. Sebagai contoh: Kenaikan suku bunga. Dalam pelajaran dan sejarah yang kita pelajari selama ini, jika suku bunga sebuah negara mengalami kenaikan maka dengan cepat ini mengakibatkan mata uang negara yang bersangkutan akan menguat (perihal mengapa demikian, Anda dapat membuka artikel mengenai suku bunga di website ini).
Tapi apakah selalu demikian? Jawabannya tidak! Tidak usah menjelaskan panjang lebar, beberapa bulan lalu (sekitar bulan Juli 2006) The Fed menaikan suku bunga US sebesar 25 bp, tahu apa yang terjadi? Dollar Amerika malah melemah! Kebanyakan pemula tidak mengerti mengapa itu bisa terjadi. Pada mulanya saya pun tidak. Namun ternyata yang terjadi adalah pasar bereaksi imun terhadap kenaikan suku bunga kali ini dikarenakan memang The Fed telah memberikan sinyal beberapa hari sebelumnya dan kenaikan telah terjadi beberapa kali. Tapi siapa yang menduga akan demikian ketika berita tersebut belum muncul?
Nah disinilah letak titik keseimbangan terjadi. Indikator fundamental memang pemicu pergerakan harga. Namun tetap saja harga terbentuk ditangan pembeli dan penjual. Yang diperlukan adalah mengetahui reaksi pembeli dan penjual mayoritas terhadap berita yang muncul. Dapat dikatakan sering kali hal ini menjadi bias dikarenakan memang tidak mudah. Jutaan pihak ada dalam pertukaran mata uang asing dan memprediksi mayoritas dari mereka bukanlah pekerjaan yang gampang.
Itu sebabnya para day trader sering kali menjadikan berita fundamental tidak sebagai penentu keputusan Buy/Sell mereka tapi lebih sebagai referensi dari apa yang akan terjadi terhadap harga. Mereka menggunakan analisa teknikal dalam mengambil sebuah posisi karena sifatnya yang eksak sehingga menjadi lebih jelas.
Nah sampai disini mungkin telah muncul sebuah wacana dalam diri Anda. Perihal mana yang lebih baik, saya rasa tidak ada satupun yang lebih baik antara teknikal dan fundamental. Namun yang ingin saya tekankan disini adalah bahwa keduanya tidak dapat berdiri sendiri dan harus digunakan untuk menutup kelemahan satu sama lain.
Kesimpulan:
Kelebihan analisa fundamental:
  • Penggerak harga
  • Sederhana, anda cukup dapat mengetahui apakah naik, turun atau tetap. Tidak seperti teknikal yang perlu menggunakan angka.

Kekurangan:


  • Seringkali bersifat subyektif dikarenakan psikologi pasar
  • Tidak dapat menjawab kebutuhan secara eksak. Ingat bahwa dasar dari analisa fundamental bukanlah matematika melainkan ilmu ekonomi dan psikologi pasar.
Sampai disini Anda dapat menyimpulkan bahwa fundamental itu perlu. Teknikal juga perlu. Jadi, jangan ulangi kesalahan saya yang dulu berpandangan Analisa Fundamental itu hanyalah sekeranjang berita sampah yang tak berguna. Mereka yang berpandangan demikian biasanya terdiri dari dua golongan: golongan pertama adalah mereka yang bermodal besar sehingga mampu menahan pergerakan harga yang disebabkan munculnya berita atau golongan kedua yaitu mereka yang terlalu naif dalam bertrading.

Tujuan
Dalam artikel ini diharapkan Anda dapat mengenal kategori berita-berita apa saja yang mempengaruhi nilai mata uang suatu Negara. Negara mana saja, tentunya negara-negara yang mata uang kita tradingkan dalam Forex trading. Misal USD untuk negara Amerika. AUD untuk negara Australia, EUR untuk negara Uni Eropa, GBP untuk negara Inggris, CAD untuk negara Kanada, JPY untuk negara Jepang, CHF untuk negara Swiss dan NZD untuk negara Selandia Baru. Selain itu, Anda juga harus mengetahui kapan berita itu muncul. Dapat disimpulkan Anda harus mengetahui :

1. Pasangan mata uang apa yang Anda tradingkan.Misal bertrading dengan GBP/USD maka Anda harus mengetahui berita penting apa saja untuk GBP(Inggris) dan USD(Amerika). Misal pada pukul 16.30 WIB muncul berita CPI(Consumer Price Index) bulanan atau CPI m/m lalu pada jam 19.30 WIB muncul Trade  Balance Amerika. Nah, kita memaksimalkan trading kita dengan masuk pada pukul 16.30 WIB untuk CPI m/m Inggris dan pada pukul 19.30 WIB malamnya untuk bertrading berdasar News Trade Balance Amerika.
2. Jam Berita tersebut. Pada contoh diatas kita harus mengetahui jam berita tersebut muncul. Misal jam 16.30 untuk untuk CPI m/m dan jam 19.30 WIB.
3. Sumber berita tersebut. Sumbernya harus benar dan valid seperti dari Fxstreet.com atau Forexfactory.com.
4. Forecasting dan Ramalan. Setelah mengetahui ada berita CPI m/m itu kita dapat membuat ramalan apakah CPI tersebut bisa membuat GBP melemah atau menguat.

Dalam bertrading Forex kita kenal ada sejumlah  pair mata uang seperti GBP/USD, EUR/USD, AUD/USD, dll. Pasangan(pair) mata uang tersebut mewakili dua mata uang dua buah negara seperti misalnya AUD/USD maka yang kita perdagangkan adalah mata uang Ausi(AUD) dan Ameriika(USD). Dalam bertrading AUD/USD kita juga harus mempertimbangkan dan melihat berita-berita apa saja yang mempengaruhi negara Ausi dan Amerika sehingga membuat harga AUD/USD menjadi naik atau turun.
Intinya kita harus mempelajari berita Fundamental apa saja yang mempengaruhi Ausi dan Amerika. Berita-berita tersebut dapat berupa berita ekonomi, politik, keamanan dikedua negara itu yang dapat membuat mata uangnya mengalami pergerakan. Kali ini kita membahas tentang pengaruh berita pada perkembangan harga pair mata uang. Kita akan membahas sejumlah berita fundamental yang sifatnya sangat kuat pengaruhnya terhadap mata uang didunia.

Data Pertumbuhan Ekonomi
Dalam data ini termasuk didalamnya adalah GDP dan GDP Deflator.

GDP(Gross Domestic Product) adalah sebuah indikator yang mengukur nilai kesluruhan barang jasa yang dihasilkan suatu Negara. GDP terdiri dari 4 komponen utama yaitu: tingkat konsumsi, investasi, pembelian-pembelian oleh pemerintah, dan total bersih ekspor.

Sedangkan GDP Deflator adalah adalah sebuah  indikator ekonomi yang menghitung nilai  inflasi dari semua aktifitas ekonomi dalam satu tahun. Di Amerika, nilai GDP Deflator sering dianggap lebih penting mencerminkan nilai GDP yang sesungguhnya. Sifat berita ini juga berbanding lurus dengan mata uang negara bersangkutan. Misal jika GDP Deflator Amerika naik maka nilai mata uang USD akan mengalami kenaikan.

Jadi dengan penjelasan diatas dapat diketahui faktor-faktor yang kuat mempengaruhi GDP :
1. Tingkat Konsumsi. Indikator yang terkait : Consumer Spending.
2. Jumlah Investasi di negara tersebut.
3. Pengeluaran Pemerintah berupa pembelian barang dan jasa yang dibutuhkan.
4. Selisih nilai Ekspor dengan impor. Indikator terkait adalah Trade Balance.

Neraca perdagangan atau disebut juga Trade Balance juga sering menjadi fokus investor untuk mengetahui Pertumbuhan Ekonomi disuatu negara. Cara meramalkan berita ini juga sama seperti memrediksikan hasil GDP.

Yang juga mempengaruhi GDP :
1. Data tenaga kerja : Non Farm Payroll, Unemployment Rate, Claims,Claimant Count Change yang mempengaruhi Tingkat Konsumsi. Jika gaji atau upah yang diterima tinggi maka konsumsi juga tinggi karena dipastikan sebagian upah juga dihabiskan untuk konsumsi. Selain itu konsumsi juga terkait dengan sektor ritel (Retail Sales), konsumsi pembelian rumah yaitu Housing Start, Mortgage Approval, lalu juga sektor manufaktur seperti Manufacturing Production & Industrial Production.

2. Data Modal Asing : TIC Net Long-Term Transactions yang mempengaruhi investasi disuatu negara.

3. Pengeluaran pemerintah juga terkait dengan kenaikan harga barang dan jasa yaitu inflasi yang lebih dikenal dengan CPI & PPI.

Data Suvey
Seringkali survey terhadap sejumlah kalangan dapat mempengaruhi sentimen pasar terhadap mata uang yang bersangkutan. Termasuk didalamnya adalah Consumer Confidence, Consumer Sentiment, Consumer Confidence Index, PMI, Ivey, Manufacturing & Service PMI, Chicago PMI, IFO Survey, German ZEW Economic Sentiment, dll. Intinya saat sentimen terhadap bisnis, perekonomian, manufaktur menurun, market biasanya akan bereaksi negatif terhadap mata uang negara itu. Misal jika Consumenr Confidence Swiss turun maka nilai mata uang CHF seketika itu juga akan terkoreksi turun nilainya. Tentu saja dengan asumsi bahwa pasar menganggap suatu berita data survey dianggap penting.

Data Inflasi
Yang terkait dengan berita ini adalah CPI dan PPI.
Consumer Price Index (CPI) adalah indikator yang mengukur tingkat kenaikan barang dan jasa yang dikenakan kepada konsumen. Kenaikan harga barang dan jasa pada akhirnya akan meningkatkan inflasi yang pada akhirnya biasanya harus diimbangi dengan menaikkan suku bunga. Kenaikan suku bunga dapat memperkuat mata uang negara yang bersangkutan.

PPI(Product Price Index) adalah suatu indikator ekonomi yang menghitung tingkat inflasi dari barang-barang yang dibeli oleh produsen atau perusahaan manufaktur(pengolah barang). Jika tingkat inflasi barang dan jasa yang dibeli oleh produsen naik, maka nantinya produsen juga akan menaikan harga barang dan jasa untuk menutup kenaikan harga bahan baku yang telah dibeli. Jika harga barang dan jasa naik maka itulah sebagai awal mula pemicu inflasi dan pemerintah bersama bank sentral akan mencoba menaikan tingkat suku bunga.

Biasanya trader dan investor juga memperhatikan nilai inti dari CPI & PPI yaitu Core CPI & Core PPI. Core CPI didapat dari nilai CPI dikurangi dengan komponen makanan segar. Nilai makanan segar dinilai membuat trend inflasi CPI menjadi sering berubah-ubah nilainya. Core PPI adalah sebuah indikator yang menghitung dari nilai PPI yang stabil nilainya. Nilainya didapat dari nilai PPI dikurangi dengan komponen makanan dan energi. Perilaku harga terhadap data inflasi atau dikenal dengan CPI dan PPI adalah sama seperti GDP yaitu jika inflasi(CPI & PPI) naik maka nilai mata uang negara yang bersangkutan akan mengalami kenaikan. Hal ini disebabkan karena pasar bereaksi dengan alasan bank sentral negara yang bersangkutan akan menaikan tingkat suku bunga. Kita akan membahas tingkat suku bunga dan pengaruhnya sebentar lagi.

Suku Bunga
Setiap pengumuman tingkat suku bunga market akan selalu menunggu berita tersebut. Jika suku bunga disuatu negara naik maka asumsi yang ada adalah banyak orang yang mengganti cadangan mata uangnya dengan mata uang negara yang menaikan tingkat suku bunga. Oleh sebab itu maka nilai mata uang negara tersebut akan mengalami kenaikan.

Data Tenaga Kerja
Tenaga kerja dapat menyebabkan nilai mata uang suatu negara mengalami kenaikan atau penurunan. Termasuk dalam kategori ini adalah perubahan jumlah tenaga kerja, data pengangguran, data pembayaran upah bulanan. Nama yang lebih dikenal adalah Employment Change, Nonfarm Employment Change(Non Farm Payroll), Nonfarm Productivity, Unit Labor Costs,Labor Cost Index, dan nama lain yang akan muncul nanti.

Yang paling kuat dan pergerakaan harga yang cepat adalah Non Farm Payroll. Non Farm Payroll adalah jumlah tenaga kerja baru dari sektor non pertanian yang bekerja baik full-time maupun part-time yang mendapat upah/gaji resmi dari lebih dari 500 perusahaan swasta maupun publik. Jika sektor tenaga kerja naik maka pasar memprediksikan nilai pertumbuhan ekonomi negara itu akan mengalami pertumbuhan.

Selain itu data pengangguran juga dapat mempengaruhi harga yaitu Unemployment Rate, Unemployment Change, dan Unemployment Claims. Anda dapat melihat pejelasan dari berita Fundamental pada web Belajarforex pada  Analisa Fundamental. Inti dari data pengangguran ini adalah selalu negatif bagi mata uang jika nilainya naik bila dibandingkan dari waktu ke waktu. Contoh jika nilai Unemployment Rate Ausi naik maka nilai mata uang AUD cenderung melemah.
Jika munculnya bersamaan misalnya jika Non Farm Payroll & Unemployment Rate Amerika muncul bersamaan maka Anda dapat memilih berita yang pengaruhnya lebih kuat yaitu Non Farm Payroll. Memang terkadang membingungkan menghadapi dua berita Fundamental sekaligus. Anda harus membuat sebuah skala prioritas mana berita yang pengaruhnya lebih kuat dari pada berita yang lain. Misal : Non Farm Payroll lebih penting daripada Unemployment Rate, Service PMI lebih berpengaruh daripada Manufacturing PMI. Penentuan ini berdasar pengalaman. Jika Anda tidak merasa yakin atau ragu maka sebaiknya jangan bertrading di mata uang yang mempunyai dua buah berita Fundamental sekaligus pada jam yang sama, apalagi jika keduanya bertolak belakang yaitu yang satu mengatakan mata uang akan turun dan yang satu mengatakan akan segera naik.

Data perumahan
Berita ini muncul dan dianggap penting sejak krisis kredit perumahan muncul pertama kali di Amerika. Berita yang termasuk didalamnya adalah Housing Start, Building Permits, Buliding Approval, House Price Index, Mortgage Approvals,National Home Price Index, New Home Sales. Jika ada berita lain yang namanya baru dan berhubungan dengan sektor perumahan maka Anda dapat menambahkan daftar ini kembali. Pengaruhnya terhadap mata uang adalah berbanding lurus dimana jika sektor perumahan meningkat maka nilai mata uang negara yang bersangkutan akan naik.

Sumber
Dalam bertrading sehari-hari, Anda harus menemukan website aktif dan update untuk mendapatkan informasi berita-berita Fundamental negara yang mata uangnya ditradijngkan di pasar Forex. Kami rekomendasikan agar Anda membuka web Fxstreet.com lalu memilih bagian tengah Web yang terdapat potongan berita Fundamental hari ini. Anda dapat klik View Economic Calendar. Atau Anda dapat klik link sbb :
http://www.fxstreet.com/fundamental/economic-calendar/
Tampilannya adalah sbb :


fx-street.jpg
Untuk informasi mengenai tanda seru 1 hingga 3. warna dan symbol lainnya adalah sbb :

fxstreet2.jpg

Keterangan lainnya adalah :
Date : Tanggal waktu server Web
(GMT) : Waktu berdasar jam GMT. Agar sama dengan jam WIB, kita perlu tambahkan 7 jam.
Country : Nama Negara yang mengeluarkan berita tersebut.
Events : Nama berita yang dikeluarkan.
Actual : Nilai actual atau yang dirilis pada waktu berita tersebut yang dikeluarkan.
Cons : Consensus atau Forecast : Prediksi pasar atau ahli ekonomi terhadap nilai actual yang akan dikeluarkan.
Previous : Nilai pada periode sebelumnya misal m/m berarti berita tersebut dirilis bulanan. Jika dikelurkan awal Agustus maka data yang akan dikeluarkan terkait dengan data bulan Juli dan nilai Previous adalah data bulan Juni.
y/y : year/year : data diperbandingkan secara tahunan.
q/q : quarter/quarter : data diperbandingkan per tiga bulan.

Perhatian kita sehari-hari dalam bertrading adalah pada berita dengan tanda seru 2 (rata-rata : dapat menghasilkan 20 – 40 poin pergerakan harga) dan berita dengan tanda seru 3 (high impact : pengaruh kuat dan dapat menghasilkan 30 – 70 poin pergerakan harga). Berita dengan satu tanda seru tidak perlu dijadikan acuan pembukaan harga.
Untuk jam yang ada di web adalah jam berdasar standar GMT dimana agar sama dengan WIB, Anda dapat menambahkan 7 jam. Misal pidato Bapak Trichet pada tanggal 7 Agustus mempunyai tiga buah tanda seru, waktu yang ditunjukan adalah pada jam 12.30 WIB. Maka waktu yang ditunjukan pada WIB adalah jam 19.30 WIB (12.30 + 7 jam).

Penerapan
Misal kita menghadapi sebuah berita Fundamental untuk mata uang  Euro. Misal kita bertrading berdasarkan News pada yanggal 8 Agustus 2008 untuk mata uang dollar Kanada (CAD). Pair mata uang terkait adalah USD/CAD. Memang ada pair mata uang lain selain USD/CAD misal GBP/CAD atau yang lainnya, tetapi saya cenderung menggunakan USD/CAD yang telah dikenal dengan baik pergerakannya dan cukup sensitive terhadap berita Fundamental. Di web tertulis jam 11.00 maka pada jam kita adalah jam 18.00 WIB. Ada dua buah berita untuk CAD pada jam 18.00 WIB. Saya cenderung lebih memperhatikan berita Net Change in Employment (Jul) dari pada Unemployment Rate (Jul) karena data yang pertama sifatnya lebih kuat dari data kedua berdasar pengalaman.

Diasumsikan kita hanya membahas Net Change in Employment (Jul) atau nama lainnya adalah Employment Change. Pertama-tama kita harus mengetahui apakah definisi dari Employment Change itu. Employment Change adalah sebuah indikator yang menghitung jumlah lapangan kerja yang tercipta disuatu negara pada bulan lalu. Nah, pengaruh berita ini juga berbanding lurus terhadap mata uang. Jika Employment Change disuatu Negara naik maka nilai mata uang Negara tersebut akan mengalami kenaikan. Maka jika Employment Change Kanada naik maka nilai mata uang CAD akan mengalami kenaikan.

Maka jika CAD naik maka nilai pair USD/CAD akan turun demikian sebaliknya. Sekarang bagaimana jika nilai CAD yang melemah ? Maka dapat dipastikan nilai USD/CAD akan naik.
Pada bulan Juni 2008 lalu nilai Employment Change Kanada adalah -5K(kilo). 1 kilo setara dengan 1000 satuan. Maka pada bulan Juni lalu ada 5000 lapangan kerja yang tutup. Diprediksikan nilai pada bulan Juli 2008 data lapangan kerja yang tercipta mencapai 5K(5000). Maka diprediksikan nilai mata uang CAD akan menguat. Ada beberapa cara untuk mendapatkan keuntungan dalam bertrading berita Fundamental :
1. Pasang  Order, 2 - 5 menit sebelum berita dikeluarkan. Jadi Anda dapat order harga pada pukul 17.55 atau pada 17.58 WIB. Misal USD/CAD saat ini berada pada harga 1.0630. Maka Anda dapat memasang pending order One Cancel Order dengan maksud memasang order Buy atau Sell sekaligus. Jika salah satu tersentuh maka yang satu akan dibatalkan oleh system. Ok, kita buat scenario perangkap sbb :

Jika nilai actual diatas prediksi pasar maka harga USD/CAD akan turun dan jika nilai actual dibawah prediksi pasar maka harga USD/CAD akan naik

Kita buat basis Buy diatas (Buy Stop) dan Sell dibawah harga running(Sell Stop) sebesar 20 poin.

Maka pada One Cancel Orders kita pilih Product USD/CAD, pilih Expiry : End of Days (kita mau order ini hanya berlaku untuk satu momen berita ini saja).

Kolom pertama : Buy basis Stop, Rate di 1.0650.
Kolom pertama : Sell basis Stop, Rate di 1.0610.
Dengan bentuk seperti ini kita dapat mendapatkan keuntungan apapun berita yang terjadi dan nilai actual dari berita tersebut.

2. Pending Order dengan Trailing Stop. Ini cara aman untuk membuat order diatas (untuk Buy) dan dibawah (untuk Sell) harga running saat ini. Andai betul nilai actual akan positif yaitu diatas nilai 5K maka Anda dapat membuka order New pada Trailing Stop Sell USD/CAD di 1.0610 dengan Trailing Stop di 20 poin. Trailing ini dapat membatasi kerugian Anda. Jika betul order Sell di 1.06100 terbuka maka Stop Loss akan terpasang di 1.0630. Anda harga berbalik harga naik ke 1.0630 maka posisi kita tereksekusi dan loss sebesar 20 poin. Tetapi jika harga turun ke 1.0550 maka Stop Loss akan terpasang di 1.0570. Dan jika harga kembali naik ke 1.0570 maka posisi Anda akan tertutup dan untung sebesar 40 poin (1.6010 – 1.0570).

3. Pending Order dengan memasang Stop Loss dan Limit. Maka order yang buat adalah If Then Oco. Kita masukan Sell Stop di 1.0610. Kolom pertama untuk Limit kita masukan di Buy Limit di 1.0550 (target untung 60 poin) dan kolom kedua kita masukan di Buy Stop di 1.0630 (target rugi 20 poin).
Saya rasa itu adalah pilihan terbaik dalam menghadapi berita Fundamental sehari-hari. Saat artikel ini dikeluarkan nilai aktual mencapai Employment Kanada mencapai-55.2K atau sangat jauh dari prediksi pasar yang sebesar 5.0K. Nilai USD/CAD melonjak ke 1.0675 lalu koreksi turun secara pelan ke 1.0650 menuju ke bawah karena data pengangguran (Unemployment Rate) Kanada yang sebesar 6.1% atau lebih rendah dari prediksi banyak kalangan yang sebesar 6.1%. Jadi memang opsi 2 atau 3 dapat Anda pilih untuk antisipasi kerugian yang besar akibat berita Fundamental.

chart-trade-at-news.jpg

Belajarforex Says :
Ya, ada kejutan besar yang ditimbulkan ketika kita bertrading berdasar News Fundamental. Masih ada sejumlah berita Fundamental lain yang prilakunya sama dan lebih dahsyat dari Emloyment Change Kanada kali ini. Kita bisa dikejutkan oleh kerugian atau keuntungan yang besar secara tiba-tiba. Gunakan Stop Loss atau Trailing Stop dalam trading Forex Anda sehari-hari.

sumber
www.belajarforex.com
www.fxstreet.com